BATU BARA, GEMADIKA.com – Seorang kakek berusia 68 tahun justru menjadi cermin nyata betapa program pemerintah belum menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Kakek Rusli, warga Dusun 2 Desa Mekar Baru, Kecamatan Datuk Tanah Datar, Kabupaten Batu Bara, telah menunggu selama 6 tahun untuk diikutsertakan dalam program bedah rumah.

Berlindung di bawah atap yang bocor dan nyaris runtuh dengan lantai semen yang retak-retak, Kakek Rusli yang tinggal sebatang kara hanya bisa pasrah. Untuk menyambung hidup sehari-hari, lelaki uzur ini harus berjualan jagung bakar keliling kampung, penghasilan yang tentunya tak cukup untuk memperbaiki kondisi rumahnya yang kian memprihatinkan.

“Saya sudah mengajukan permohonan bedah rumah selama 6 tahun, tapi sampai sekarang tidak ada tanggapan,” ungkap Kakek Rusli.

Baca juga :  Mayoritas Fraksi DPRD Batu Bara Setujui Ranperda PT PBB Jadi Perseroda — KDRI Minta Audit, KPN Soroti PDAM

Anggota DPRD Turun Tangan

Kabar tentang kondisi Kakek Rusli akhirnya sampai ke telinga Rusli yang akrab disapa Asep, anggota DPRD Batu Bara. Terdorong rasa kemanusiaan, pada Senin (19/5/2025), Asep langsung mengunjungi kediaman kakek yang kebetulan memiliki nama sama dengannya itu.

Menyaksikan langsung kondisi rumah yang jauh dari kata layak huni, anggota dewan dari Fraksi PDIP ini segera mengambil tindakan konkret. Ia menghubungi Camat Datuk Tanah Datar, Efendi, dan Kepala Desa Mekar Baru, Suwono, untuk datang dan melihat langsung kondisi rumah Kakek Rusli.

“Tolong Pak Camat dan Pak Kades, tahun ini juga rumah Kakek Rusli harus mendapat bedah rumah,” pesan anggota F-PDIP ini dengan tegas saat berbicara dengan para pejabat setempat.

Baca juga :  Batu Bara Butuh 6.152 Titik Lampu Jalan, Wabup Syafrizal Prioritaskan Penerangan di Jalan Protokol

Harapan Baru Setelah Penantian Panjang

Dalam pertemuan tersebut, Camat Efendi diminta untuk mengupayakan agar kediaman Kakek Rusli bisa masuk dalam program bedah rumah tahun ini. Sebagai bentuk kepedulian langsung, sebelum meninggalkan lokasi, Asep juga memberikan bantuan berupa beras dan tali asih untuk membantu meringankan beban hidup Kakek Rusli.

Kisah Kakek Rusli menjadi pengingat bahwa masih banyak warga yang membutuhkan uluran tangan pemerintah namun belum tersentuh program bantuan. Peran aktif anggota dewan dalam menjembatani aspirasi masyarakat dengan kebijakan pemerintah menjadi kunci penting dalam memastikan kesejahteraan masyarakat terpenuhi secara merata. (Tuah Sembiring)

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami