SUKA MAKMUE, GEMADIKA.com – Bupati Nagan Raya, Dr. Teuku Raja Keumangan, S.H., M.H. (TRK), menerima kunjungan tim peneliti dari Jepang dalam rangka memperkuat kolaborasi riset mengenai pengembangan sektor perkebunan berkelanjutan di Kabupaten Nagan Raya, Aceh.

Pertemuan berlangsung di Pendopo Bupati, Kompleks Perkantoran Suka Makmue, dan menjadi bagian dari kerja sama penelitian internasional yang melibatkan perguruan tinggi serta lembaga riset dari Indonesia dan Jepang.

Tim peneliti yang hadir terdiri dari Dr. Yuta Hara, Assistant Professor Tohoku University, Jepang, serta Dr. Kenji Nagasaka dari Tohoku Professional Agriculture and Forestry University, Jepang. Penelitian yang mereka lakukan berfokus pada keberlanjutan sektor perkebunan, khususnya komoditas kelapa sawit di Kabupaten Nagan Raya.

Riset tersebut juga melibatkan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai mitra penelitian.

Dalam pertemuan itu, Dr. Yuta Hara berharap hasil penelitian yang sedang berlangsung mampu memberikan kontribusi ilmiah bagi pengembangan sektor perkebunan di daerah.

“Kami berharap hasil penelitian ini dapat menjadi rekomendasi ilmiah yang bermanfaat dalam mendukung pengembangan perkebunan yang lebih produktif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Nagan Raya,” ujar Dr. Yuta Hara.

Baca juga :  Program Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah Dinilai Perlu Perhatikan Kondisi Anak Yatim

Sementara itu, Dr. Kenji Nagasaka menjelaskan bahwa Kabupaten Nagan Raya dipilih sebagai lokasi penelitian karena memiliki potensi perkebunan yang sangat besar, terutama pada komoditas kelapa sawit.

“Kabupaten Nagan Raya merupakan salah satu wilayah dengan areal perkebunan terluas di Provinsi Aceh, khususnya untuk komoditas kelapa sawit. Potensi tersebut menjadi alasan utama kami untuk melakukan penelitian di daerah ini,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati TRK menyampaikan apresiasi kepada Tohoku University beserta seluruh mitra penelitian yang telah memilih Kabupaten Nagan Raya sebagai lokasi riset.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan lembaga penelitian merupakan langkah strategis dalam menghasilkan kebijakan pembangunan yang berbasis data ilmiah dan mampu menjawab tantangan pembangunan di masa depan.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Tohoku University Jepang, Universitas Syiah Kuala, BRIN, serta seluruh pihak yang telah memilih Kabupaten Nagan Raya sebagai lokasi penelitian. Kami berharap hasil kajian ini dapat menjadi referensi yang kuat dalam merumuskan kebijakan pengembangan perkebunan yang berkelanjutan,” ujar Bupati TRK dalam keterangannya, Minggu (12/7/2026).

Baca juga :  Kemkomdigi Dorong Ekosistem Telekomunikasi yang Sehat Demi Percepat Pengembangan Jaringan 5G

TRK menegaskan bahwa sektor perkebunan, khususnya kelapa sawit, masih menjadi salah satu penggerak utama perekonomian masyarakat Kabupaten Nagan Raya. Oleh karena itu, pengembangannya harus dilakukan secara terencana, berbasis hasil riset, dan tetap memperhatikan prinsip keberlanjutan lingkungan.

“Sektor perkebunan harus terus menjadi sumber utama pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan kajian dan penelitian yang dilakukan secara berkesinambungan dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan serta berbagai faktor yang memengaruhi keberlanjutan perkebunan,” tutupnya.

Melalui kolaborasi riset internasional ini, Pemerintah Kabupaten Nagan Raya berharap dapat memperoleh rekomendasi ilmiah yang dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan sektor perkebunan yang lebih produktif, ramah lingkungan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Penulis : Rahmat P Ritongga
Editor : Rini

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami