CIREBON, GEMADIKA.com – Sebuah video yang memperlihatkan aksi perundungan terhadap siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Cirebon telah memicu gelombang kemarahan di media sosial. Video yang menunjukkan kekerasan fisik antar pelajar ini viral dan mendapat ratusan respons dari warganet.

Unggahan yang pertama kali dibagikan melalui akun Facebook @Geby Nsa dalam grup Komunitas Orang Cirebon (KOCI) ini dengan cepat menyebar luas di berbagai platform media sosial. Dalam waktu lima belas jam setelah diunggah, postingan tersebut telah menerima ratusan respons hingga Jumat (30/5/2025) pagi.

Rekaman video yang mengharukan sekaligus mengkhawatirkan tersebut memperlihatkan seorang siswi yang menjadi korban berusaha melindungi diri dengan menutup wajahnya menggunakan kerudung berwarna putih.

Sementara itu, pelaku yang mengenakan seragam sekolah yang sama terus melancarkan pukulan kepada korban tanpa ampun.

Merespons cepatnya penyebaran video ini, Kasat Reskrim Polres Cirebon Kota, AKP Fajri Ameli Putra, langsung menginstruksikan tim siber untuk menyelidiki peristiwa tersebut secara menyeluruh.

Baca juga :  Dolar Naik, Tempe Mengecil! Perajin di Bekasi Terpaksa Kurangi Ukuran daripada Naikkan Harga

Meskipun belum ada laporan resmi dari pihak korban, kepolisian telah mengambil inisiatif proaktif untuk menangani kasus ini.

“Kami sudah mengetahui, dan bergerak cepat untuk jemput bola. Tim juga sudah melakukan langkah-langkah awal. Sampai saat ini belum ada laporan resmi,” kata Fajri saat dihubungi Kompas.com pada Jumat (30/5/2025) pagi.

Langkah proaktif yang diambil kepolisian mencerminkan keseriusan dalam menangani kasus perundungan yang semakin marak terjadi di lingkungan pendidikan. Tim yang diterjunkan tidak hanya bertugas mengumpulkan bukti digital, tetapi juga melakukan pendekatan langsung kepada pihak-pihak terkait.

Dalam upaya penanganan yang komprehensif, Fajri menjelaskan bahwa pihaknya telah menjalin koordinasi intensif dengan pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Kota Cirebon. Kolaborasi lintas instansi ini dimaksudkan untuk memastikan penanganan kasus yang tepat sasaran dan mencegah terjadinya kasus serupa di masa mendatang.

“Fajri juga menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Kota Cirebon untuk mendalami kasus ini. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin kejadian serupa terulang karena sangat membahayakan,” demikian penjelasan Kasat Reskrim tersebut.

Baca juga :  Dibawa ke Markas GRIB Jaya, Putri Penulis Ahmad Bahar Sempat Diinterogasi Hercules Soal Chat Ancaman

Hingga saat ini, Fajri belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut mengenai perkembangan kasus karena proses penanganan masih berlangsung. Kepolisian tampak berhati-hati dalam mengungkap detail kasus untuk menjaga kerahasiaan identitas korban dan memastikan proses hukum berjalan sesuai prosedur.

Kasus perundungan di lingkungan sekolah memang menjadi perhatian serius berbagai pihak, mengingat dampak psikologis yang dapat dialami korban bisa berlangsung dalam jangka panjang. Respons cepat dari kepolisian dan koordinasi dengan institusi pendidikan diharapkan dapat menjadi contoh penanganan yang tepat untuk kasus-kasus serupa.

Sementara itu, viralnya video ini juga memicu diskusi publik mengenai pentingnya pencegahan perundungan di sekolah dan perlunya edukasi karakter bagi para pelajar. Warganet yang memberikan respons umumnya mengecam tindakan pelaku dan menyerukan agar kasus ini ditangani secara tegas. (*)

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami