PAPUA, GEMADIKA.com – Sebuah video mengharukan dari pedalaman Papua Pegunungan telah menyentuh hati netizen Indonesia, video yang memperlihatkan seorang siswi SMP menggendong adik bayinya saat mengikuti pelajaran di kelas ini viral di media sosial dan memicu gelombang simpati nasional.

Vivin, siswi kelas 7 SMP Negeri Eregi di Kabupaten Yalimo, terpaksa membawa adiknya yang baru berusia sekitar 1 tahun ke sekolah.

Keadaan memilukan ini bermula dari tragedi yang menimpa keluarganya beberapa bulan lalu, ketika sang ibunda, Via, meninggal dunia setelah hanyut terbawa arus banjir.

Video yang diunggah oleh guru Ardiansyah melalui akun TikTok @gr_ancha ini menampilkan momen Vivin dengan sabar menggendong sang adik sambil mengikuti pelajaran. Dalam unggahannya, Ardiansyah menceritakan latar belakang yang menyayat hati.

@gr_ancha

Yang sabar yah nak. Bapak guru mengerti, mungkin setiap malam kamu begadang menjaga adikmu yang masih membutuhkan kasih sayang seorang ibu. #gurupedalaman #gurupelosok #gurupapua #sekolahpelosok #sekolahpedalaman #papua #papuatiktok #papuapegunungan #fyp

♬ Hilang (feat. Wizz Baker & Toton Caribo) – Justy Aldrin

“Namanya Vivin, siswa saya kelas 7. Sejak ibunya meninggal beberapa bulan lalu karena hanyut terbawa air banjir, maka ia harus membagi waktu antara sekolah dan menjaga adiknya yang baru berusia sekitar 1 tahunan,” tulis Ardiansyah dalam keterangan dalam video tersebut.

Baca juga :  Viral! Inilah Alasan Warga Pedalaman Papua Lebih Percaya TNI daripada Pejabat — Kisah yang Bikin Hati Terenyuh

Keadaan Vivin semakin memprihatinkan karena tidak ada yang bisa mengurus adiknya yang masih membutuhkan perhatian penuh. Dengan tekad yang luar biasa, gadis remaja ini memilih untuk tetap bersekolah sambil mengemban tanggung jawab sebagai “ibu pengganti” bagi sang adik.

Ardiansyah, yang juga merupakan wali kelas Vivin, mengungkapkan keprihatinannya melihat kondisi muridnya, ia sering melihat Vivin mengantuk di kelas, yang diduganya akibat begadang semalaman untuk menjaga adiknya.

“Yang sabar ya nak. Bapak guru mengerti, mungkin setiap malam kamu begadang menjaga adikmu yang masih membutuhkan kasih sayang seorang ibu,” tulis Ardiansyah dalam caption video tersebut.

Guru yang telah mengabdi di daerah terpencil Papua ini juga menceritakan sosok mendiang Via, ibunda Vivin, yang sangat baik kepada para guru. Kehilangan sosok Via tidak hanya dirasakan oleh keluarganya, tetapi juga oleh seluruh komunitas sekolah.

Baca juga :  Innalillahi! 8 Pendulang Emas di Yahukimo Dibantai KKB — TNI Kerahkan Helikopter untuk Evakuasi Jenazah

Dari informasi yang diperoleh, keluarga Vivin memiliki tujuh anak, setelah kepergian sang ibu, lima anak termasuk Vivin dan adik bungsunya tinggal bersama ayah, sementara dua anak lainnya diasuh oleh keluarga lain.

Kondisi geografis Kabupaten Yalimo yang terpencil dan sering dilanda bencana alam menambah tantangan hidup bagi masyarakat setempat. Banjir yang merenggut nyawa ibunda Vivin merupakan salah satu dari banyak bencana yang kerap melanda daerah pegunungan Papua.

Video ini telah ditonton ratusan ribu kali dan dibanjiri komentar dari netizen yang tersentuh, banyak yang menyatakan kekaguman terhadap keteguhan Vivin, sekaligus menyampaikan doa dan dukungan moral. Beberapa netizen bahkan menyatakan keinginan untuk memberikan bantuan finansial kepada keluarga Vivin.

Kisah Vivin ini menjadi cerminan perjuangan anak-anak Indonesia di daerah terpencil yang harus menghadapi berbagai keterbatasan namun tetap gigih dalam mengejar pendidikan.

Sekaligus, kisah ini mengingatkan kita semua akan pentingnya kepedulian terhadap sesama, terutama mereka yang membutuhkan uluran tangan. (Mond)

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami