NUNUKAN, GEMADIKA.com – Upaya Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonarmed 11 Kostrad dalam membangun kepercayaan dengan masyarakat perbatasan kembali menunjukkan hasil nyata. Seorang warga dari Desa Sekaduyan Taka, Kecamatan Sei Manggaris, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, secara sukarela menyerahkan satu pucuk senjata api rakitan laras panjang jenis penabur kepada personel TNI yang bertugas di Pos Sei Ular.

Peristiwa yang terjadi pada Jumat pagi (3/5) ini menandai keberhasilan pendekatan teritorial yang dilakukan oleh TNI di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia. Warga berinisial M (38), seorang petani setempat, datang atas keinginan sendiri tanpa tekanan atau paksaan untuk menyerahkan senjata tersebut.

“Ini adalah bukti bahwa pendekatan teritorial yang kami lakukan secara persuasif dan humanis diterima dengan baik oleh masyarakat. Kami tidak hanya menjaga batas negara, tetapi juga hadir sebagai mitra masyarakat untuk mewujudkan lingkungan yang aman dan damai,” tegas Letkol Arm Gde Adhy Surya Mahendra, Komandan Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad, saat memberikan apresiasi terhadap kesadaran dan inisiatif warga tersebut.

Baca juga :  Konflik Lahan Yonif Baru di Palangkaraya Memanas, Warga Tuntut Transparansi Dasar Hukum Penggusuran

Kehadiran TNI yang Merangkul Masyarakat

Keberhasilan ini bukan terjadi secara kebetulan. Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad telah melakukan pendekatan intensif kepada masyarakat perbatasan melalui berbagai kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan warga. Para prajurit tidak hanya fokus pada tugas pengamanan, tetapi juga rutin melaksanakan anjangsana ke rumah-rumah penduduk, memberikan pelayanan kesehatan gratis, dan mengadakan sosialisasi mengenai hukum serta keamanan.

Kehadiran yang konsisten ini berhasil menumbuhkan ikatan emosional yang kuat antara prajurit dan masyarakat. Warga yang sebelumnya mungkin ragu untuk berinteraksi dengan aparat keamanan, kini merasa nyaman dan terbuka untuk bekerjasama dalam menjaga keamanan wilayah.

Senjata api rakitan yang diserahkan telah diamankan dan akan diproses sesuai dengan prosedur standar, serta dilaporkan kepada komando atas. Langkah penyerahan sukarela ini menjadi contoh konkret dalam upaya mencegah peredaran senjata ilegal di wilayah perbatasan yang sering menjadi perhatian khusus pihak keamanan.

Membangun Perbatasan yang Aman dan Damai

Wilayah perbatasan Nunukan dengan Malaysia memiliki karakteristik geografis yang kompleks, dengan akses transportasi terbatas dan jarak yang jauh dari pusat pemerintahan. Kondisi ini menjadikan pendekatan keamanan konvensional tidak selalu efektif. Satgas Pamtas memahami kondisi tersebut dan memilih strategi pendekatan kekeluargaan yang lebih sesuai dengan karakteristik masyarakat lokal.

Baca juga :  Konflik Lahan Yonif Baru di Palangkaraya Memanas, Warga Tuntut Transparansi Dasar Hukum Penggusuran

“Masyarakat perbatasan adalah garda terdepan pertahanan negara. Ketika mereka merasa menjadi bagian dari upaya pengamanan wilayah, kesadaran untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga kedaulatan negara akan tumbuh dengan sendirinya,” tambah salah satu personel Satgas yang bertugas di Pos Sei Ular.

Penyerahan senjata api rakitan ini diharapkan dapat menginspirasi warga lain yang mungkin masih menyimpan senjata serupa untuk melakukan hal yang sama. Dengan berkurangnya jumlah senjata ilegal yang beredar, keamanan wilayah perbatasan akan semakin terjamin.

Melalui pendekatan teritorial yang humanis dan berkelanjutan, Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad terus berkomitmen membangun wilayah perbatasan sebagai kawasan yang damai, aman, dan penuh kebersamaan antara prajurit dan rakyat. (Selamet)

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami