BANGKALAN, GEMADIKA.com – Tim Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (TPPPS)Kabupaten Bangkalan menggelar penilaian kinerja pelaksanaan aksi konvergensi penurunan stunting secara virtual melalui Zoom meeting.Kegiatan ini berlangsung di Hall The Sky Resto and Bakery, Jalan HOS Cokroaminoto No. 66, Demangan Barat, Bangkalan.Selasa, (10/06/2025).
Hadir dalam kegiatan ini Pj. Sekretaris Daerah Bangkalan Drs. Irman Gunadi, Plt. Kepala DPMD Ismet Efendi, Asisten III dr. Nunuk Kristiani, sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta instansi vertikal lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas KBP3A Kabupaten Bangkalan Sudiyo, menyampaikan bahwa berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), angka stunting di Bangkalan mengalami kenaikan dari 10,2 persen pada 2023 menjadi 17,7 persen di tahun 2024.

“Walaupun ada kenaikan 7,5 persen, hasil ini masih berada dalam rata-rata nasional sebesar 14 persen. Tapi ini tidak menurunkan semangat teman-teman. Kami akan terus bekerja lebih optimal,” ujar Sudiyo yang akrab disapa Yoyok.
Ia menegaskan bahwa penguatan Surat Keputusan (SK) dan Peraturan Bupati (Perbup) menjadi salah satu langkah strategis dalam mempercepat upaya penurunan angka stunting di Bangkalan.
“Aksi Konvergensi Stunting tetap menjadi pijakan utama. Ini diukur berdasarkan efektivitas dan keselarasan berbagai intervensi lintas sektor. Perbup dan SK sangat penting untuk memperkuat sistem,” tambahnya.
8 Aksi Konvergensi Penurunan Stunting:
1. Analisis Situasi Stunting
2. Penyusunan Rencana Kegiatan
3. Rembuk Stunting
4. Regulasi Terkait Stunting
5. Pembinaan Unsur Pelaku
6. Sistem Manajemen Data
7. Publikasi Data dan Cakupan Sasaran
8. Review Kinerja Tahunan
Dengan semangat kolaboratif dan perencanaan yang terarah, Pemerintah Kabupaten Bangkalan tetap optimistis untuk mencapai target nasional prevalensi stunting sebesar 14 persen pada tahun 2025.(Nardi)




