GROBOGAN, GEMADIKA.com – Bencana tanggul jebol kembali melanda Jawa Tengah kali ini, di Kali Buangan 1 (KB-1) di hilir Sungai Renggong, Kabupaten Grobogan, mengalami kerusakan parah yang menyebabkan banjir di dua desa.

Kejadian yang menimpa Desa Rowosari dan Desa Mangunsari, Kecamatan Gubug ini terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Selasa (17/6/2025).Intensitas hujan mencapai 84,5 mm, jauh melampaui batas normal yang mampu ditampung infrastruktur sungai.

Jebolnya tanggul di dua titik berbeda mengakibatkan dampak yang cukup luas, genangan air setinggi 0,5 hingga 1 meter merendam permukiman warga Desa Tanggirejo, memaksa ratusan keluarga mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Tak hanya permukiman, sektor pertanian juga terkena imbasnya area persawahan seluas sekitar 40 hektare di Desa Rowosari dan Desa Mangunsari terendam air, mengancam gagal panen petani setempat yang sudah menunggu masa panen dalam waktu dekat.
Merespons kejadian ini, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo langsung turun ke lapangan pada Jumat (20/6/2025).

Baca juga :  Teknologi AI Semakin Berkembang, Dunia Pendidikan Mulai Beradaptasi

Kedatangan menteri menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menangani bencana yang menimpa masyarakat Grobogan.

“Kami telah bergerak cepat menangani tanggul yang jebol ini agar dampak terhadap masyarakat segera teratasi. Selain perbaikan darurat, saya instruksikan pengecekan menyeluruh di sepanjang Sungai Renggong untuk mengantisipasi kejadian serupa,” ujar Dody, dikutip dari keterangan tertulis, Senin (23/06/2025).

Kementerian PU tidak main-main dalam penanganan darurat ini, koordinasi segera dilakukan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Grobogan untuk memobilisasi peralatan berat.

Tim gabungan segera menerjunkan tiga unit excavator untuk menutup dan memperkuat titik-titik tanggul yang jebol. Metode perbaikan menggunakan pancang bambu dan geotekstil dipilih karena terbukti efektif untuk kondisi darurat.
Sementara itu, empat unit mobil pompa bekerja siang malam untuk mengatasi genangan air di permukiman dan persawahan. Upaya pengeringan ini menjadi prioritas utama agar warga dapat segera kembali ke rumah masing-masing.

Baca juga :  Jelang 60 Tahun Hubungan, RI–Singapura Perkuat Kerja Sama Digital dan Energi Hijau

“Penanganan darurat berupa pengeringan daerah permukiman dan areal persawahan telah selesai dilakukan,” ujar Kepala BBWS Pemali Juana, Fikri Abdurrachman.

Dalam kunjungannya, Menteri Dody juga menginstruksikan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana untuk melakukan audit menyeluruh terhadap kondisi tanggul sepanjang aliran Sungai Renggong.

“Selain perbaikan darurat, saya instruksikan pengecekan menyeluruh di sepanjang Sungai Renggong untuk mengantisipasi kejadian serupa,” tegas Dody.

Langkah ini bertujuan mengidentifikasi titik-titik rawan yang berpotensi mengalami kerusakan serupa, sehingga tindakan pencegahan dapat dilakukan sebelum musim hujan berikutnya tiba. (Mond)

 

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami