PURWOREJO, GEMADIKA.com – Warga Dusun Kedung Wungu, Desa Kaliwungu, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo, dikejutkan dengan peristiwa tragis yang terjadi pada Sabtu dini hari (31/5/2025).

Seorang pemuda berinisial DU (28) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi gantung diri di dalam rumahnya.
Kapolres Purworejo, AKBP Andry Agustiano, membenarkan insiden tersebut saat dikonfirmasi oleh awak media.

“Benar, anggota kami bersama tim medis sudah melakukan pemeriksaan dan olah TKP,” ungkap Kapolres.

Tim Inafis Polres Purworejo bersama petugas medis melakukan olah TKP di rumah korban di Dusun Kedung Wungu, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo, Sabtu (31/5/2025).

Peristiwa memilukan ini pertama kali diketahui oleh ibu korban sekitar pukul 04.00 WIB. Saat hendak melaksanakan salat Tahajud, ia mencari anaknya dan mendapati DU sudah dalam keadaan tergantung dengan tali plastik kuning sepanjang tiga meter. Tali tersebut diikatkan dua kali pada leher korban, dengan jarak antara kaki korban ke lantai sekitar 32 cm. Korban memiliki tinggi badan 161 cm.

Baca juga :  Dua Lipa Seret Samsung ke Pengadilan, Gugat Rp260 Miliar soal Foto Dipakai Tanpa Izin

Sontak, ibu korban segera membangunkan suami dan anak perempuannya, lalu melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Bruno. Tak berselang lama, tim gabungan dari Polsek Bruno, Satreskrim Polres Purworejo, Unit Inafis, dan tenaga medis Puskesmas Bruno tiba di lokasi untuk melakukan olah TKP dan pemeriksaan jenazah.

Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik di tubuh korban. Namun, terdapat bekas lilitan tali di leher, serta air mani dan kotoran yang keluar dari tubuh korban  gejala yang lazim ditemukan dalam kasus kematian akibat gantung diri.

Baca juga :  Dugaan Galian C Ilegal Berkedok Proyek KDKMP di Purworejo, Aktivitas Pengerukan Disorot Warga

Pihak keluarga menyatakan bahwa korban diduga mengalami masalah keluarga yang cukup berat. Atas musibah ini, mereka menerima kejadian tersebut sebagai takdir dan menolak dilakukan autopsi serta tidak mengajukan tuntutan terhadap pihak manapun.

Sebagai bentuk kepedulian sosial, Kapolres mengimbau masyarakat untuk tidak menanggung beban hidup sendirian dan pentingnya menjalin komunikasi jika menghadapi tekanan emosional.

“Jika Anda atau orang di sekitar Anda mengalami tekanan, cobalah untuk terbuka pada teman, keluarga, atau tenaga profesional seperti psikolog. Jangan pernah merasa sendiri,” pesan AKBP Andry Agustiano.

( Mr. Bien )

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami