MAMUJU, GEMADIKA.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) menawarkan empat solusi strategis untuk menjawab tantangan penanganan kemiskinan yang masih menjadi pekerjaan rumah serius di provinsi ini.
Empat solusi tersebut merupakan bentuk nyata implementasi dari misi kedua dalam Panca Daya Sulawesi Barat, yang diusung oleh Gubernur Suhardi Duka (SDK) dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga (JSM), yakni “Penguatan Sumber Daya Manusia dan Pengentasan Kemiskinan.”
Empat Solusi Strategis Atasi Kemiskinan
Kepala Bapperida Sulbar, Junda Maulana, dalam paparannya pada Lokakarya Evaluasi dan Persiapan Implementasi Penanganan – Pencegahan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem yang berlangsung di Aula Andi Depu, Kantor Gubernur Sulbar, Senin (16/6/2025), merinci empat strategi kunci:
- Pemutakhiran Data Secara Berkelanjutan
Penguatan tata kelola data melalui peningkatan kapasitas pelaksana pemutakhiran seperti DTKS, P3KE, dan Regsosek. - Mobilisasi Anggaran dan Sumber Pembiayaan Alternatif
Dukungan anggaran dari pemerintah pusat serta pemanfaatan dana CSR dari perusahaan di wilayah Sulbar untuk program penanggulangan kemiskinan. - Penguatan Sinergi Multi-Stakeholder
Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sipil sebagai kunci keberhasilan. - Pembangunan Infrastruktur dan Konektivitas
Fokus pada pembangunan jalan, jembatan, dan akses antarwilayah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi.
“Perlu sinergi yang kuat untuk membangun SDM unggul. Tanpa itu, kita hanya akan terus berada dalam lingkaran masalah yang sama,” tegas Junda Maulana.
Potret Kemiskinan di Sulbar: Dominan di Perdesaan
Dalam kesempatan itu, Junda juga memaparkan data kemiskinan absolut di Sulbar yang mencapai 155,91 ribu jiwa. Mayoritas atau 84,25 persen (131,36 ribu jiwa) tinggal di kawasan perdesaan, sementara 15,75 persen (24,55 ribu jiwa) berada di wilayah perkotaan.
Lebih rinci, karakteristik Kepala Rumah Tangga (KRT) Miskin di Sulbar sebagai berikut:
- 14,36% adalah perempuan
- 11,08% tidak bisa baca tulis
- 67,23% hanya berpendidikan SD atau lebih rendah
- 70,80% bekerja di sektor informal
Langkah Konkret: Program Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (PPKE)
Pemprov Sulbar juga telah menggulirkan berbagai program yang dibagi dalam tiga pilar utama:
1. Pengurangan Beban Pengeluaran
- Bantuan sosial untuk KUBE Fakir Miskin
- Program Keluarga Harapan (PKH)
- Bantuan instalasi listrik (Kwh meter)
- Pembayaran iuran PBI
- Beasiswa untuk siswa kurang mampu
2. Peningkatan Pendapatan
- Bantuan usaha ekonomi produktif (UEP)
- Sarpras untuk perikanan tangkap dan perkebunan
- Program padat karya
- Pelatihan kewirausahaan dan bantuan peralatan UMKM
- Penyediaan benih padi, jagung, durian, bawang merah, dll.
3. Pengentasan Kawasan Kemiskinan
- Pembangunan drainase dan rabat beton permukiman
- Prasarana air bersih
- Perbaikan infrastruktur rumah terdampak bencana
(Antyka)




