MAMASA, GEMADIKA.com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mamasa menggelar aksi protes keras terhadap dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang yang melibatkan H. Sukur Badawi, Sekretaris Daerah Kabupaten Mamasa, Rabu (24/06/2025).

Kasus yang diduga terjadi selama periode 2020-2024 dengan nilai milyaran rupiah ini dinilai tidak mendapat penanganan serius dari aparat penegak hukum.

Ketua Umum HMI Cabang Mamasa dalam keterangan pers menyatakan kekecewaannya terhadap lambatnya proses hukum yang menimpa pejabat daerah tersebut. H. Sukur Badawi sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan sebelum diangkat menjadi Sekretaris Daerah Mamasa.

Organisasi mahasiswa ini menilai Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat telah gagal menjalankan fungsinya sebagai penegak hukum. Berbagai laporan masyarakat dan hasil audit yang mengarah pada dugaan korupsi tersebut dinilai tidak ditindaklanjuti dengan serius.

“Ini bukan sekadar lambat, ini pengkhianatan! Sekda seperti kebal, dan Kejati Sulbar terbukti mandul! Kalau institusi hukum sudah tak bisa dipercaya, maka mahasiswa akan turun sebagai pelurus sejarah!” tegas Ketua Umum HMI Cabang Mamasa dalam pernyataan resminya.

Baca juga :  Harsinah Suhardi Kukuhkan Ibunda Guru se-Sulbar, Tegaskan Pendidikan Harus Lahir dari Kasih Sayang

HMI Cabang Mamasa menegaskan tidak akan tinggal diam melihat dugaan penyalahgunaan kekuasaan ini. Organisasi mahasiswa tersebut menilai bahwa proses hukum telah terhambat oleh kepentingan politik dan kekuasaan lokal.

“Kami akan lawan! Kami tidak percaya lagi pada Kejati Sulbar. Kalau Kejaksaan tidak mampu membersihkan aparatnya sendiri, maka rakyat akan ambil alih ruang perlawanan!” lanjut pernyataan Ketua Umum HMI Cabang Mamasa.

HMI Cabang Mamasa mengajukan tiga tuntutan utama kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat yang baru:

  1. Penangkapan dan pengadilan terhadap H. Sukur Badawi selaku Sekretaris Daerah Mamasa
  2. Audit menyeluruh terhadap seluruh kekayaan dan aset yang dimiliki pejabat tersebut
  3. Pemeriksaan aliran dana milyaran rupiah yang diduga terlibat dalam kasus ini
Baca juga :  Banjir dan Longsor Hantam Mamasa dan Polman, 23 Jiwa Terdampak BPBD Sulbar Siaga 24 Jam

Organisasi mahasiswa ini memberikan peringatan keras jika tuntutan mereka tidak direspons dengan serius oleh aparat penegak hukum.

“Kalau Kejagung dan Kejati terus diam, jangan salahkan mahasiswa jika turun ke jalan dengan cara yang lebih keras! Ini bukan hanya soal uang rakyat, ini soal martabat keadilan!”

HMI Cabang Mamasa mengancam akan memperluas aksi protes hingga ke Jakarta, Mamuju, dan seluruh wilayah Sulawesi Barat jika tidak ada tindakan konkret dari pihak berwenang.

“Kami tidak takut. Kami tidak akan diam. Kami akan lawan! Kalau hukum tidur, maka suara mahasiswa akan membangunkannya dengan teriakan yang tak bisa dibungkam!” tutup pernyataan tersebut. (Antyka)

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami