JAKARTA, GEMADIKA.com –  Upaya percepatan perwujudan Asta Cita di bidang kesehatan semakin nyata dengan diluncurkannya Program Akselerasi Peningkatan Akses dan Mutu Pendidikan Tenaga Medis, sebuah strategi kemitraan sistem kesehatan akademik yang diinisiasi oleh Kemendikbudristek RI.

Kegiatan peluncuran program yang berlangsung di Jakarta pada Rabu (23/7/2025) ini turut dihadiri oleh Wakil Rektor I Universitas Hang Tuah (UHT), Dr. Widyastuti, drg., Sp.Perio., yang hadir mewakili institusi akademik kesehatan dengan potensi strategis. Ia didampingi oleh Dekan Fakultas Kedokteran UHT, Dr. Benny Jovie, Sp.JP(K), FIHA., sebagai perwakilan dari dunia pendidikan kedokteran di Indonesia.

Program akselerasi ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk menjawab kekurangan dokter dan dokter spesialis, yang masih menjadi tantangan besar dalam sistem pelayanan kesehatan nasional, terutama di daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif Kemendikbudristek dalam mengintegrasikan pendidikan kedokteran dengan sistem kesehatan nasional. UHT siap berkontribusi aktif melalui akselerasi pembentukan program studi spesialis dan peningkatan mutu pendidikan tenaga medis,” ungkap Dr. Widyastuti.

Baca juga :  Hadapi Gejolak Ekonomi Dunia, Bank Indonesia Siapkan 5 Senjata Andalan Demi Jaga Pertumbuhan RI

Kolaborasi Pendidikan & Kesehatan untuk Indonesia Sehat

Program ini menekankan pentingnya kemitraan antara fakultas kedokteran, rumah sakit pendidikan, dan pemangku kebijakan, dalam membangun ekosistem pendidikan kedokteran yang lebih merata dan berkualitas.

Universitas Hang Tuah (UHT), sebagai salah satu perguruan tinggi di Wilayah V yang memiliki Fakultas Kedokteran unggulan dan wahana pendidikan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Laut (RSPAL), telah diposisikan sebagai institusi yang siap bertransformasi dalam mendukung pengembangan program spesialis.

Dengan dukungan dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) sebagai mitra pengampu, UHT sedang menjajaki peluang untuk membuka program spesialis di bidang-bidang prioritas, seperti:

  • Kebidanan dan Kandungan (Obgyn)
  • Ilmu Kesehatan Anak
  • Anestesiologi
  • Penyakit Jantung
  • Bedah Umum

Bidang-bidang ini merupakan bagian dari peta kebutuhan nasional tenaga medis spesialis, terutama untuk menjangkau layanan kesehatan yang selama ini belum merata.

Baca juga :  Dua Lipa Seret Samsung ke Pengadilan, Gugat Rp260 Miliar soal Foto Dipakai Tanpa Izin

Enam Fokus Utama Program Akselerasi Pendidikan Tenaga Medis:

Dalam kegiatan peluncuran program, Kemendikbudristek juga memaparkan enam fokus kerja utama, yaitu:

  1. Pemetaan kemitraan antara Fakultas Kedokteran dan RS Pendidikan dari 8 mitra FK pendamping, termasuk proyeksi program studi dan kuota mahasiswa baru.
  2. Pemetaan deregulasi kebijakan yang diperlukan dari Kemendikbudristek.
  3. Penyusunan strategi implementasi, termasuk langkah cepat (quick wins), pendanaan, analisis risiko, dan mitigasi.
  4. Penyusunan roadmap dan timeline implementasi program.
  5. Penyusunan guideline program pendidikan tenaga medis.
  6. Penguatan komunikasi strategis kepada pemangku kebijakan lintas level pemerintahan.

Langkah kolaboratif ini diharapkan menjadi katalisator transformasi pendidikan kedokteran di Indonesia, tidak hanya dalam kuantitas tetapi juga kualitas. Universitas Hang Tuah menyatakan kesiapan penuhnya untuk menjadi bagian dari perubahan besar ini demi mencetak generasi dokter dan spesialis unggul di masa depan.(nardi)

 

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami