JAKARTA, GEMADIKA.com — Dunia teknologi kembali diguncang berita besar. Dua raksasa kelas dunia Google (Alphabet Inc.) dan Blackstone Inc. resmi mengumumkan pembentukan perusahaan joint venture di bidang kecerdasan buatan (AI) berbasis cloud. Kolaborasi senilai miliaran dolar ini siap mengubah peta persaingan infrastruktur teknologi global.

Google dan Blackstone Inc. sepakat mendirikan entitas usaha joint venture di bidang cloud artificial intelligence pada Senin, 18 Mei 2026.

Modal Awal Rp88,5 Triliun, Blackstone Pemegang Saham Mayoritas

Laporan Wall Street Journal yang dikutip Reuters menyebutkan, Blackstone akan menyuntikkan modal ekuitas sebesar US$5 miliar sekaligus memegang saham mayoritas dalam perusahaan baru tersebut.

Pendanaan awal proyek berasal dari modal ekuitas Blackstone senilai US$5 miliar atau setara Rp88,5 triliun. Total nilai investasi diperkirakan mencapai US$25 miliar atau sekitar Rp442 triliun jika menyertakan leverage.

Baca juga :  Purbaya Curhat Jadi Menkeu Lebih Berat, Berat Badan Turun 10 Kg dalam 8 Bulan

Chip AI Canggih Milik Google Jadi Senjata Utama

Yang membuat kolaborasi ini istimewa adalah teknologi eksklusif yang dibawa Google ke meja perundingan.

Google akan memasok hardware termasuk Tensor Processing Units (TPU), serta perangkat lunak dan layanan kepada perusahaan baru tersebut. TPU adalah chip khusus yang dirancang khusus untuk pelatihan dan inferensi model AI canggih.

Perusahaan baru ini akan memberikan pelanggan pilihan tambahan untuk mengakses cloud TPU selain menggunakannya melalui Google Cloud.

Target: 500 Megawatt Kapasitas di 2027

Perusahaan ini menargetkan untuk membawa kapasitas 500 megawatt pertama online pada tahun 2027, dengan rencana untuk berkembang secara signifikan dari waktu ke waktu.

Siapa CEO-nya?

Eksekutif senior Google, Benjamin Treynor Sloss, akan ditunjuk sebagai CEO perusahaan baru tersebut.

Baca juga :  Harkitnas ke-118: Indonesia Bangkit Hari Ini — Bukan Hari Libur, tapi Penuh Makna!

Persaingan Makin Ketat di Pasar Cloud AI

Alphabet Inc. dan Google sepakat membuat bisnis cloud AI bersama Blackstone, yang bertujuan untuk bersaing dengan perusahaan seperti CoreWeave Inc. di pasar yang sedang berkembang pesat ini.

CEO Google Cloud, Thomas Kurian, menyambut positif kolaborasi ini. Kurian mengatakan bahwa usaha patungan ini membantu memenuhi permintaan TPU yang terus meningkat, yang dioptimalkan secara khusus untuk efisiensi dan kinerja di era AI.

Langkah besar ini semakin mempertegas bahwa era AI bukan lagi sekadar wacana, ia kini bergerak dengan kecepatan dan skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dan dengan bergabungnya dua kekuatan besar ini, persaingan di industri cloud AI global dipastikan akan semakin panas.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami