PATI, GEMADIKA.com – Ribuan warga dari berbagai penjuru kecamatan bergerak menuju pusat kota, membawa satu tuntutan yang sama: Bupati Sudewo harus lengser dari jabatannya pada Rabu (13/8/2025).

Sejak pagi, gelombang massa terus mengalir memenuhi Alun-Alun Pati dan kawasan sekitarnya. Pemandangan yang jarang terjadi ini menciptakan sejarah baru bagi Kabupaten Pati, ketika hampir seluruh jalur utama kota dipenuhi oleh lautan manusia yang bersatu dalam satu suara.

Jalan-jalan protokol mulai dari Jalan Pemuda hingga arah Rembang sepanjang 4 kilometer tak lagi menampakkan aspal. Yang terlihat hanyalah deretan kendaraan roda dua, mobil bak terbuka, dan ribuan orang yang bergerak dalam satu arah: menuju Kantor Bupati.

Ruas Pati-Purwodadi pun tak luput dari ‘invasi’ massa yang datang berbondong-bondong. Sound system keliling mengalunkan lagu-lagu perjuangan, sementara yel-yel dan sorak-sorai menggema di sepanjang perjalanan menuju pusat kota.

Baca juga :  Komnas Perempuan Tolak Hukuman Kebiri untuk Tersangka Kasus Santriwati di Pati, Soroti Aspek HAM dan Pemulihan Korban

Para peserta aksi ini bukan sekadar kumpulan orang yang tak bertujuan. Mereka adalah warga yang sudah mencapai titik jenuh, yang merasa sudah tidak ada lagi harapan terhadap kepemimpinan yang ada.

Gondes, salah satu peserta aksi asal Juwana, dengan tegas menyuarakan kekecewaan yang sudah memuncak.

“Kami sudah terlalu kecewa. Bupati harus lengser. Ini suara rakyat, dan kami akan terus menyuarakannya,” ujarnya kepada Media Gemadika.

Di antara spanduk-spanduk yang dibentangkan, terlihat jelas pesan-pesan yang menuntut perubahan. Tulisan “MANGAN RP 1 CU”, “ADOS PA WAREG”, “TURU PA KOLU”, “TEPNO SONTEN”, dan “PERSONAE” menghiasi kendaraan dan area aksi, mencerminkan kekecewaan mendalam masyarakat terhadap kondisi yang mereka rasakan.

Meski kemacetan panjang tak terhindarkan akibat massa yang memadati jalan, semangat kebersamaan justru semakin menguat.

Baca juga :  Polres Purworejo melaksanakan Kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kwartal ll tahun 2026 di Desa Harjobinangun Kecamatan Grabag Purworejo.

Banyak warga menyebut momen ini sebagai “sejarah baru” Pati, ketika seluruh elemen masyarakat bersatu menyampaikan aspirasi mereka.

Aksi massal ini menjadi bukti nyata bahwa gelombang penolakan terhadap kepemimpinan Bupati Sudewo terus menguat dan meluas. Yang terjadi bukan lagi protes sporadis, melainkan gerakan rakyat yang terorganisir dan masif.

Hingga berita ini diturunkan, massa masih memadati kawasan pusat kota. Orasi demi orasi terus bergulir di depan Kantor Bupati Pati, dengan tuntutan yang konsisten: Bupati Sudewo harus segera mengundurkan diri dari jabatannya.

Pati hari ini menjadi saksi bisu bagaimana suara rakyat dapat bersatu dalam satu tuntutan yang sama, menciptakan gelombang protes terbesar yang pernah disaksikan kabupaten ini. (Joko P)

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami