MEDAN, GEMADIKA.com – Kantor Wilayah (Kanwil) Pandu Tani Indonesia (PATANI) Sumatera Utara terus memperluas program Kampung PATANI dengan capaian lebih dari 50 lokasi hingga pertengahan Agustus 2025. Program ini tersebar di berbagai kabupaten/kota dan ditargetkan terus bertambah.

Drs. H. Rahmad P. Hasibuan, Kepala Kanwil PATANI Sumut, menjelaskan bahwa program Kampung PATANI tidak hanya fokus pada sektor pertanian, tetapi juga mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal. Konsep ini mencakup budidaya, pengolahan hasil, pemasaran produk, serta edukasi kewirausahaan dan lingkungan.

Baca juga :  Bupati Batu Bara Tegaskan Manajemen Talenta Jadi Kunci Reformasi Birokrasi dan Penguatan Kinerja ASN

“Kami tidak hanya membangun desa melalui sektor pertanian, tetapi juga menguatkan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian masyarakat. Semua ini sejalan dengan upaya mendukung kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan,” ujar Drs. H. Rahmad P. Hasibuan saat ditemui di Kantor Wilayah PATANI Sumut, Jalan Nibung II No.52 Medan, Jumat (15/8/2025).

Selain memperluas jumlah kampung PATANI, Kanwil PATANI Sumut juga menyiapkan pelatihan teknis, pendampingan berkelanjutan, akses pasar yang lebih luas, dan promosi produk unggulan desa. Langkah ini diharapkan mampu menjaga kualitas program serta memberikan manfaat jangka panjang bagi petani dan pelaku UMKM.

Baca juga :  Bupati Baharuddin Siagian Hadiri Pembukaan PRSU ke-50, Batu Bara Tampilkan Potensi Unggulan Daerah

Dengan lebih dari 50 kampung PATANI yang telah terbentuk, Sumatera Utara menjadi salah satu provinsi dengan perkembangan program PATANI tercepat di Indonesia. Program ini diharapkan memberi kontribusi nyata dalam membangun ekonomi desa yang mandiri dan berkelanjutan. (W. Ardiansyah)

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami