‎‎REMBANG, GEMADIKA.com – Bangunan relokasi Pasar Kota Rembang di kawasan Pasar Kambing, Desa Sumberejo, Kecamatan Rembang, hingga kini belum juga difungsikan meski hampir setahun rampung dibangun. Kondisi tersebut memunculkan sorotan warga karena bangunan yang disiapkan untuk menampung ribuan pedagang selama proses revitalisasi Pasar Kota Rembang itu masih kosong tanpa aktivitas, Jum’at (3/7/2026) sore.

‎‎Relokasi tersebut awalnya dipersiapkan sebagai tempat sementara bagi pedagang Pasar Kota Rembang selama proyek pembangunan pasar induk berlangsung. Namun hingga pertengahan 2026, belum ada satu pun pedagang yang menempati kios maupun lapak di lokasi tersebut.

‎‎Pantauan Aswin di lokasi, bangunan tampak sepi. Tidak terlihat aktivitas perdagangan, sementara sejumlah bagian area mulai ditumbuhi rumput.

‎‎Salah seorang warga Kebalen, Sudiyono, mempertanyakan kejelasan proyek pembangunan Pasar Kota Rembang. Menurutnya, apabila revitalisasi pasar tidak segera dilaksanakan, bangunan relokasi berpotensi menjadi aset yang terbengkalai.

Baca juga :  Aplikasi Smart City Rembang Rp99 Juta Belum Berfungsi, Dinkominfo Targetkan Rilis Ulang Akhir 2026 ‎

‎‎”Itu Pasar Kota Rembang jadi dibangun atau tidak saya tidak tahu. Tapi kalau tidak jadi, bangunan relokasi untuk pedagang bisa mangkrak,” kata Sudiyono, Jumat (3/7/2026).

‎‎Ia menambahkan, anggaran pembangunan relokasi tersebut bukanlah nilai yang kecil. “Kalau tidak salah anggarannya sekitar Rp400 juta,” ujarnya.

Di tempat terpisah, suasana di salah satu sudut Pasar Kota Rembang yang hingga kini masih menjadi pusat aktivitas perdagangan Jum’at, (3/7/2026) sore, sementara proses relokasi pedagang ke lokasi sementara di Desa Sumberejo belum dilaksanakan.

‎‎Ketidakjelasan jadwal pemindahan juga membuat sebagian pedagang menunggu kepastian. Mereka membutuhkan lokasi berjualan sementara sebelum pembangunan Pasar Kota Rembang dimulai.

‎‎Sementara itu, warga Sumberejo, Mbah Djarmin (77), berharap pemerintah segera menyempurnakan fasilitas di lokasi relokasi, terutama saluran drainase agar kawasan tersebut layak digunakan.

‎‎”Saluran air harus dikasih. Kasihan pedagangnya, nanti kalau hujan dagangannya kebanjiran. Yang penting airnya lancar dulu, biar pedagang tenang jualan,” tuturnya.

Baca juga :  Aroma Pungli MBG Tercium di Rembang, Kejari Dalami Dugaan Setoran 'Komitmen' Pengelola Dapur

‎‎Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Pasar dan PKL Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Rembang, Heri Martono, mengatakan proses pemindahan pedagang belum dapat dilakukan karena pembangunan relokasi tahap II masih dalam tahap administrasi dan perencanaan.

‎‎”Menunggu pembangunan relokasi tahap II tahun ini. Saat ini masih proses perencanaan administrasi. Setelah selesai baru kami proses pemindahan pedagang,” jelas Heri melalui pesan WhatsApp, Jumat (3/7/2026).

‎‎Ia menambahkan, pembangunan Pasar Kota Rembang akan dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan nilai sekitar Rp100 miliar.

‎‎Menurut Heri, jumlah pedagang Pasar Kota Rembang tercatat sebanyak 2.088 pedagang, meski tidak seluruhnya bersedia direlokasi ke lokasi sementara di Desa Sumberejo.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami