BALI, GEMADIKA.com –  Suasana haru dan penuh semangat mewarnai pembukaan Kongres VI Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Sabtu (2/8/2025). Momen paling emosional terjadi ketika Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, hadir di tengah pidato Ketua Umum Megawati Soekarnoputri, setelah sebelumnya menerima amnesti dari Presiden Prabowo Subianto.

Kehadiran Hasto sontak mengundang riuh tepuk tangan dan yel-yel kader yang memadati ruang kongres. Dentuman semangat itu menjadi pertanda bahwa sosok Hasto, yang selama ini menjalani proses hukum, kembali menguatkan barisan partai berlambang banteng moncong putih.

foto istimewa

Dengan mengenakan setelan merah khas PDIP, Hasto melangkah penuh keyakinan menuju panggung utama. Ia langsung menghampiri Megawati, memberikan hormat, mencium tangan, dan memeluk erat sang Ketua Umum. Megawati tampak terharu, bahkan sempat menahan air mata melihat loyalitas sang sekjen yang kembali berdiri bersama partai dalam forum tertinggi organisasi tersebut.

Baca juga :  Ultimatum Teheran: Iran Pasang 5 Syarat Keras Sebelum Mau Duduk Lagi dengan AS di Meja Perundingan

“Ini adalah bagian dari sejarah perjuangan kita. Kita tidak pernah meninggalkan kader. Kita tidak pernah meninggalkan mereka yang setia kepada ideologi dan partai,” ujar Megawati dalam pidatonya, yang sempat terhenti oleh suasana emosional itu, lalu kembali bergema di tengah pekikan semangat para kader.

Kehadiran Hasto yang selama ini menjadi salah satu penggerak utama roda organisasi internal PDIP dipandang sebagai penguat soliditas partai pasca Pemilu 2024. Kongres kali ini juga menjadi momentum untuk konsolidasi kekuatan dan penyusunan langkah strategis menuju Pemilu 2030.

Baca juga :  Bukan Cuma Elon Musk! Ini Daftar Lengkap CEO Terkaya Dunia yang Diajak Trump ke China

Di sisi lain, para pengamat politik melihat pemberian amnesti dari Presiden Prabowo sebagai sinyal positif dalam proses rekonsiliasi politik nasional. Pasca kontestasi pemilu yang sempat memanas, langkah ini dinilai membuka ruang baru untuk memperkuat stabilitas demokrasi dan menyatukan elemen-elemen politik besar di tanah air.

Kongres VI PDIP dijadwalkan berlangsung hingga Minggu (3/8/2025), dengan agenda utama meliputi penyusunan struktur kepengurusan baru, pemantapan garis ideologis perjuangan partai, serta perumusan strategi jangka panjang menuju Pemilu 2030. Momen kembalinya Hasto Kristiyanto menjadi simbol bahwa PDIP tetap memegang teguh prinsip kesetiaan, perjuangan, dan solidaritas kader.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami