JAKARTA, GEMADIKA.com – Istana Negara Jakarta menjadi saksi seremoni kenegaraan penting ketika Presiden Prabowo Subianto memimpin pelantikan puluhan pejabat strategis yang akan menentukan arah kebijakan Indonesia di berbagai sektor vital, pada Senin (25/8/2025) pagi.
Tepat pukul 10.00 WIB, suasana khidmat di Istana Negara saat upacara resmi pelantikan dan pengucapan sumpah jabatan dimulai. Prosesi yang juga mencakup upacara penganugerahan Tanda Kehormatan Republik Indonesia (TKRI) ini menandai pergantian kepemimpinan di berbagai lembaga strategis negara.
Para pejabat yang dilantik berasal dari sektor-sektor krusial: hukum, sumber daya alam, diplomasi, hingga keamanan nasional. Keberagaman ini mencerminkan komitmen pemerintahan Prabowo untuk memperkuat fondasi negara dari berbagai lini.
Salah satu momen paling berkesan adalah pengucapan sumpah jabatan Suharto sebagai Wakil Ketua Mahkamah Agung (MA) Bidang Yudisial. Posisi strategis ini akan memainkan peran vital dalam sistem peradilan nasional Indonesia.
Dengan suara yang tegas, Presiden Prabowo memimpin pengucapan sumpah:
“Demi Allah saya bersumpah bahwa saya akan setia kepada UUD Negara Republik Indonesia 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya. Demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara, bahwa saya dalam menjalankan tugas dan jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,”
ucap Presiden yang kemudian diikuti oleh Suharto, sebagaimana disiarkan langsung melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Sektor Pembangunan dan Sumber Daya
Presiden Prabowo juga meresmikan kepemimpinan baru di beberapa lembaga kunci:
• Kepala dan Wakil Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara (Pantura) Jawa – Lembaga vital yang bertanggung jawab atas pengelolaan wilayah pesisir dan pembangunan infrastruktur tanggul laut di kawasan strategis Pulau Jawa.
• Kepala Badan Industri Mineral – Sosok yang akan memimpin upaya penguatan tata kelola dan hilirisasi sektor mineral nasional, sektor yang menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia.
Penguatan Keamanan Dalam Negeri
Dalam bidang keamanan, terjadi pergantian penting di dua lembaga strategis:
• Irjen Sujudi Ario Seto resmi menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), menggantikan Komjen Marthinus Hukom yang telah memasuki masa pensiun setelah mengabdi dalam pemberantasan narkoba.
• Komjen Eddy Hartono dipercaya kembali memimpin Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk periode keduanya, menunjukkan kontinuitas kepemimpinan dalam upaya pencegahan dan penanganan terorisme di Tanah Air.
Diplomasi Indonesia: 24 Dubes Siap Mengabdi
Bagian paling spektakuler dari upacara ini adalah pelantikan 24 Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) yang akan mewakili Indonesia di berbagai belahan dunia. Para diplomat handal ini akan menjadi ujung tombak dalam memperkuat hubungan bilateral dan memperjuangkan kepentingan strategis Indonesia di panggung internasional.
Daftar 24 Duta Besar yang Dilantik:
Kawasan Asia Pasifik
• Bangkok: Hari Prabowo
• Dhaka: Listyowati
• Hanoi: Adam Mulawarman Tugio
• Kuala Lumpur: Raden Dato Mohammad Oman Hascarya Kusumo
• Port Moresby: Okto Dorinus Manik
• Pyongyang: Mayjen (Purn) Gina Yoginda
• Singapura: Letjen (Purn) Hormangaraja Panjaitan
• Tokyo: Nurmala Kartini Sjah
Kawasan Timur Tengah
• Abu Dhabi: Judha Nugraha
• Damascus: Lukman Hakim
• Doha: Syahda Guruh Langkah Samudera
• Kairo: Kuncoro Giri Waseso
• Muscat: Andi Rahadian
Kawasan Eropa
• Berlin: Abdul Kadir Jaelani
• Bratislava: Redianto Heru Nurchayo
• Brussels: Andy Rachmianto
• Den Haag: Laurentius Amrih Jinangkung
Kawasan Afrika & Amerika
• Alger: Yusron Ambary
• Baku: Berlian Helmy
• Brasilia: Andhika Chrisnayudhanto
• Quito: Imam Ashari
Organisasi Internasional
• PTRI Jenewa: Sidharto Reza Suryodipuro
• PTRI New York: Umar Hadi




