JAKARTA, GEMADIKA.com – Presiden RI Prabowo Subianto memberikan pidato penuh refleksi dan apresiasi dalam Sidang Kabinet Paripurna ke-8, yang digelar menjelang genapnya 10 bulan pemerintahan sejak dilantik pada 20 Oktober 2024 lalu. Dalam pidatonya, Presiden menyinggung berbagai tantangan global yang dihadapi Indonesia serta memberikan penghormatan khusus kepada seluruh jajaran kabinet atas kerja keras mereka.
“Sepuluh bulan ini adalah masa yang penuh kerja, penuh karya, dan penuh prestasi. Dari hati paling dalam, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas kerja keras saudara-saudara semua,” ucap Presiden Prabowo, Selasa (6/8/2025) di Istana Negara.

Pengalaman Memimpin dan Tantangan Koordinasi
Presiden mengakui bahwa setiap anggota kabinet memiliki pengalaman, cara pandang, dan latar belakang berbeda-beda, namun mampu bekerja sebagai sebuah tim yang solid.
“Kita semua mengerti betapa sulitnya memimpin manusia, mengoordinasikan keyakinan, pengalaman, dan pendapat yang beragam. Tapi saya melihat saudara-saudara telah bekerja sebagai satu tim,” tegasnya.
Prabowo menyebut, tanpa kekompakan tim, tidak mungkin arah pemerintahan bisa tetap berada di “azimut kompas yang benar”, terutama di tengah berbagai krisis global yang mengguncang.
- Tantangan Global: Dari Perang hingga Ketidakpastian Ekonomi
- Presiden Prabowo menyoroti berbagai konflik global yang masih berlangsung dan berdampak luas, mulai dari:
- Perang di Ukraina dan Timur Tengah, termasuk konflik Israel-Iran dan Tepi Barat.
- Ketegangan di Asia Selatan, seperti India dan Pakistan.
- Krisis berkepanjangan di Myanmar, hingga konflik baru yang terjadi di antara sesama anggota ASEAN.
Prabowo juga menyebut kebijakan tarif dari Amerika Serikat serta ketidakpastian ekonomi global sebagai tantangan besar yang memerlukan ketenangan dan strategi realistis dari pemerintah Indonesia.
Pujian untuk Tim Ekonomi Kabinet
Dalam konteks perekonomian nasional, Presiden menyampaikan apresiasi kepada jajaran ekonomi kabinet, termasuk Menteri Koordinator Perekonomian, Menteri Keuangan, Menteri Perdagangan, Menteri Perindustrian, Menteri Investasi, hingga Dewan Ekonomi Nasional.
“Kita tidak terpancing. Kita fokus pada kepentingan rakyat Indonesia. Tugas kita adalah melindungi rakyat dan menjaga stabilitas nasional, bukan sekadar merespons tekanan global,” tegasnya.
Presiden menyebut capaian ekonomi Indonesia saat ini adalah hasil terbaik dalam kondisi global yang sangat tidak menentu, sembari menegaskan bahwa pemerintah tidak akan berhenti mengejar kondisi yang lebih baik lagi ke depan.
Filosofi Realisme dan Ketahanan Pangan
Prabowo menegaskan bahwa strategi besar yang dianut pemerintahannya didasarkan pada “realisme”, bukan semata idealisme. Langkah-langkah yang diambil berlandaskan pada kondisi nyata dalam negeri dan regional, bukan teori semata.
“Sejak lama saya meyakini bahwa apapun yang terjadi, bangsa ini akan aman jika kita kuasai pangan kita. Kita harus bisa memberi makan rakyat kita sendiri, setiap hari, setiap bulan, setiap tahun,” tegas Presiden.
Ia menyindir bahwa tidak ada bangsa dalam sejarah yang bisa bertahan tanpa kemampuan produksi pangan mandiri. Ketahanan pangan, dalam pandangannya, adalah kunci strategis bagi kedaulatan dan masa depan Indonesia.
Penutup: Pemerintahan Prabowo Siap Hadapi Tantangan Global dengan Realisme dan Ketahanan Nasional
Sidang kabinet ini sekaligus menjadi refleksi atas jalannya pemerintahan Prabowo-Gibran dalam 10 bulan pertama, dengan penekanan pada kerja tim, kestabilan ekonomi, dan ketahanan nasional. Presiden menegaskan bahwa Indonesia berada di jalur yang benar, dan seluruh program pemerintah akan terus diarahkan untuk memastikan kesejahteraan dan kemandirian rakyat Indonesia.




