MAMASA, GEMADIKA.com – Pemerintah Kabupaten Mamasa mencatatkan sejarah baru dalam reformasi birokrasi dengan menjadi daerah pertama yang menggelar uji kompetensi dan evaluasi kinerja (job fit) untuk seluruh pejabat pimpinan tinggi pratama (Eselon II) di Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Makassar.
Kegiatan bersejarah ini berlangsung selama tiga hari, mulai Minggu (10/8) hingga Selasa (12/8/2025), menandai komitmen serius Pemkab Mamasa dalam membangun tata kelola pemerintahan yang profesional dan akuntabel.
Langkah progresif ini mendapat apresiasi tinggi dari Kepala Pusat Pengembangan Jabatan Struktural dan Kompetensi Manajerial (Pusjar S.KMP) LAN RI Makassar, Muhammad Aswad, yang mengakui keberanian Mamasa sebagai pionir.
“Kami sangat mengapresiasi Pemda Mamasa. Ini kali pertama kegiatan seperti ini dilakukan di sini,” ujar Aswad.
Harapan besar pun disampaikannya agar proses seleksi yang ketat ini dapat menghasilkan pejabat yang tepat di posisi yang sesuai, demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Mamasa.
Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, dengan tegas menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar formalitas atau perpindahan pelayanan publik dari Mamasa ke Makassar. Ini adalah langkah konkret untuk menindaklanjuti regulasi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) serta Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang mewajibkan evaluasi kinerja ASN.
“Kita ingin menempatkan pejabat sesuai kapasitasnya. Tidak ada titipan nama. Siapapun yang direkomendasikan tim penguji, itu yang akan saya lantik,” kata Welem.
Pernyataan tegas ini menunjukkan komitmen kuat pemimpin daerah untuk menerapkan prinsip merit system dalam penempatan pejabat, menghilangkan praktik nepotisme yang kerap menjadi kendala dalam birokrasi.
Untuk memastikan akuntabilitas yang berkelanjutan, Bupati juga mengungkapkan rencana evaluasi berkala yang akan diterapkan pasca pelantikan. Setiap pejabat yang terpilih akan menandatangani pakta integritas dan siap menjalani evaluasi kinerja setiap tiga bulan.
“Kami mau Mamasa lurus dan dilayani dengan baik. ASN harus punya komitmen melayani masyarakat sesuai harapan,” tegas politisi Golkar.
Kegiatan job fit ini melibatkan seluruh pejabat Eselon II di lingkungan Pemkab Mamasa, yang akan menjalani serangkaian tes komprehensif untuk mengukur kompetensi manajerial, teknis, dan sosio-kultural sesuai dengan jabatan yang akan diemban.
Program ini merupakan bagian dari transformasi birokrasi yang sedang digalakkan pemerintah pusat untuk memastikan aparatur sipil negara memiliki kapasitas yang sesuai dengan tuntutan pelayanan publik modern. Dengan adanya job fit, diharapkan dapat tercipta sinergitas yang optimal antara kompetensi individu dengan kebutuhan organisasi.
Inisiatif Mamasa ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah-daerah lain dalam mengimplementasikan reformasi birokrasi yang berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik. Langkah berani ini menunjukkan bahwa daerah tidak harus menunggu arahan pusat untuk melakukan perbaikan sistem. (Antyka)




