YOGYAKARTA, GEMADIKA.com –  Aktivitas vulkanik Gunung Merapi, yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), kembali meningkat pada Minggu (21/9/2025). Gunung berapi paling aktif di Indonesia itu tercatat menyemburkan lava pijar sebanyak 11 kali dengan jarak luncur maksimum mencapai 1,9 kilometer ke arah Sungai Sat dan Sungai Putih.

Berdasarkan laporan pengamatan, puncak Gunung Merapi sempat terlihat jelas sebelum tertutup kabut. Namun, tidak terpantau adanya asap kawah saat aktivitas ini terjadi. Kondisi cuaca di sekitar gunung dilaporkan berawan hingga mendung.

Selain guguran lava pijar, tercatat pula satu kali gempa tektonik jauh yang dirasakan di sekitar Gunung Merapi. Hingga kini, status Gunung Merapi masih berada di Level III atau Siaga.

Dikutip dari laman magma.bpptkg, ada 21 kali gempa Guguran di Gunung Merapi.

Gunung Merapi yang memiliki ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl) memang dikenal kerap menunjukkan aktivitas vulkaniknya. Fenomena yang biasa terjadi antara lain guguran lava pijar, awan panas, serta lontaran material vulkanik.

Adapun arah aliran material vulkanik Merapi umumnya menuju beberapa sungai besar di sekitarnya, seperti Sungai Bedog, Sungai Bebeng, Sungai Boyong, Sungai Krasak, Sungai Gendol, dan Sungai Woro. Aktivitas ini menjadi perhatian serius bagi warga dan pihak berwenang, mengingat potensi bahaya bagi permukiman dan lahan di lereng gunung.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami