DELI SERDANG, GEMADIKA.com – Kasus dugaan penembakan yang dilaporkan ke Polsek Pancur Batu sejak tujuh bulan lalu hingga kini belum menunjukkan perkembangan signifikan. Para terlapor yang disebutkan dalam laporan polisi masih bebas beraktivitas, sementara korban berharap pihak kepolisian serius menuntaskan kasus tersebut.
Sesuai Laporan Polisi Nomor: LP/B/106/III/2025/SPKT/POLSEK PANCUR BATU/POLRESTABES MEDAN/POLDA SUMATERA UTARA, kasus ini dilaporkan pada 5 Maret 2025. Hingga kini, pihak pelapor masih menanti tindak lanjut dari aparat.
Sejumlah warga sebelumnya juga pernah menggelar aksi unjuk rasa di depan Polsek Pancur Batu, menyoroti penanganan sejumlah laporan masyarakat yang dinilai lamban. Isu serupa beberapa kali mencuat di media sosial maupun pemberitaan daring.
Dari keterangan saksi, kendaraan yang digunakan saat peristiwa penembakan adalah mobil Suzuki Carry pick-up berwarna hitam. Kendaraan tersebut disebut sempat berpindah tangan melalui sistem gadai, mulai dari warga Durin Simbelang hingga warga Desa Lama. Beberapa pihak terkait disebut sudah dimintai keterangan oleh penyidik, namun sampai saat ini belum ada kejelasan siapa pelaku penembakan.
Salah satu korban, Robin Sembiring, berharap kasus ini segera dituntaskan.
“Kalau memang aparat serius, bukti-bukti sudah cukup untuk mengungkap siapa pelakunya. Kami hanya ingin keadilan ditegakkan,” ujarnya kepada wartawan, Senin (29/9/2025).
Di sisi lain, masyarakat juga menyoroti maraknya dugaan peredaran narkoba di wilayah hukum Polsek Pancur Batu. Salah satu lokasi yang kerap disebut adalah kawasan Desa Bandar Baru. Warga berharap aparat lebih tegas dalam melakukan penindakan.
Saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Kapolsek Pancur Batu, Kompol Djanuarsa, belum memberikan jawaban. Redaksi masih berupaya meminta keterangan resmi dari pihak Polsek maupun Polrestabes Medan terkait perkembangan kasus ini.
Sejumlah pihak meminta Polda Sumatera Utara turut mengevaluasi kinerja jajaran di bawahnya, agar penanganan kasus dapat lebih cepat dan transparan. Hal ini dinilai penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian. (W. Ardiansyah)




