GEMADIKA.com – Jus dan smoothie kini menjadi minuman favorit banyak orang karena dianggap praktis, menyegarkan, sekaligus menyehatkan. Keduanya sama-sama berbahan dasar buah dan sayuran segar. Namun, muncul pertanyaan di kalangan masyarakat: lebih baik minum jus atau smoothie untuk kesehatan tubuh?
Secara umum, jus memiliki kalori lebih rendah dibandingkan smoothie. Hal ini karena jus biasanya hanya dibuat dari sari buah atau sayuran, terkadang dengan tambahan sedikit gula. Sementara smoothie cenderung lebih padat dan berkalori tinggi karena kerap dicampur bahan lain seperti yogurt, susu, selai kacang, madu, chia seed, bubuk protein, hingga es krim.
“Smoothie sebaiknya tidak diminum bersamaan dengan makanan besar karena bisa menambah asupan kalori terlalu banyak,” kata seorang ahli gizi. (di lansir dari hallosehat)
Dari sisi kandungan protein, jus relatif rendah karena hanya mengandalkan buah dan sayur. Sebaliknya, smoothie lebih tinggi protein berkat tambahan susu atau yogurt. Bagi mereka yang membutuhkan asupan protein tambahan, smoothie bisa menjadi pilihan.
Sementara itu, serat juga menjadi perbedaan lain. Jus diketahui minim serat karena sebagian besar serat hilang saat proses pemerasan. Sedangkan smoothie lebih kaya serat, terutama jika dicampur oats, kacang, atau biji-bijian. Kandungan serat inilah yang membuat smoothie lebih mengenyangkan dan dapat menahan lapar lebih lama.
Meski begitu, baik jus maupun smoothie sebaiknya tidak menggantikan konsumsi buah dan sayuran segar. Konsumsi berlebihan, apalagi dengan tambahan gula, justru bisa memicu lonjakan gula darah yang berdampak kurang baik bagi kesehatan jangka panjang.
Kesimpulannya, jus lebih cocok sebagai minuman selingan yang ringan, sementara smoothie bisa menjadi pengganti sarapan karena lebih padat gizi dan mengenyangkan.





Tinggalkan Balasan Batalkan balasan