MAKASAR, GEMADIKA.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) terus memperkuat transformasi digital di lingkup pemerintahan. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfo) Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar, melakukan pertemuan dengan Balai Besar BPSDM Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Makassar, Kamis (4/9/2025).
Kehadiran Ridwan diterima langsung oleh Pejabat Fungsional Balai Besar BPSDM Kemenkomdigi, Firdaus Masyhur. Pertemuan ini membahas hasil Pengukuran Kompetensi Digital Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov Sulbar yang kini telah memasuki tahap finalisasi.
Ridwan menegaskan, pengukuran ini merupakan komitmen Gubernur Sulbar Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S Mengga dalam mencetak SDM unggul, berdaya saing, serta mendukung terciptanya pelayanan publik yang berkualitas dan akuntabel.
Sebanyak 12.011 aparatur Pemprov Sulbar, baik ASN, PPPK, maupun Non ASN, telah mengikuti pengukuran kompetensi digital yang dilaksanakan pada Rabu (20/8/2025).
“Nantinya, hasil itu akan didiseminasikan kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Sulbar untuk menjelaskan capaian sekaligus rekomendasi tindak lanjut. Selain laporan tertulis, peserta juga akan menerima sertifikat digital serta penjelasan hasil masing-masing melalui pesan WhatsApp,” terang Ridwan.
Sementara itu, Gubernur Sulbar Suhardi Duka menegaskan bahwa kegiatan ini bukan seleksi ataupun mekanisme pemberian sanksi, melainkan langkah strategis untuk memperkuat kualitas aparatur pemerintah.
“Tujuan Pengukuran Kompetensi Digital ASN-Non ASN adalah untuk memetakan tingkat kemampuan digital secara objektif, bukan sebagai ajang seleksi atau pemberian sanksi, melainkan sebagai upaya untuk meningkatkan efektivitas kebijakan dan memperkuat kapasitas pegawai dalam mendukung transformasi digital di sektor pemerintahan,” tutur Suhardi Duka.
Ia menambahkan, penggunaan teknologi digital bagi ASN menjadi sangat penting di era modern saat ini. Karena itu, pengujian kemampuan digital aparatur dinilai perlu dilakukan agar pemerintah mengetahui sejauh mana kesiapan ASN dalam mengadopsi teknologi di setiap unit kerja.(antyka)




