JAKARTA, GEMADIKA.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai sorotan publik. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa anggaran program tersebut sudah disusun secara ketat agar potensi penyalahgunaan dapat diminimalisir.
Namun, pernyataan mengejutkan datang ketika ia menyebut bahwa risiko keracunan makanan dalam program MBG justru lebih dikhawatirkan ketimbang penyalahgunaan anggaran.
“Anggaran sudah kami desain sedemikian rupa agar akuntabel. Yang lebih perlu diwaspadai adalah risiko keracunan karena melibatkan distribusi makanan dalam jumlah besar ke berbagai daerah,” ujarnya, dikutip dari kanal YouTube Inilah.com, Minggu (21/9/2025).
Pernyataan tersebut langsung memicu pertanyaan publik. Beberapa pihak menilai bahwa penyalahgunaan anggaran tetap menjadi isu krusial yang tidak bisa dikesampingkan. Kritik juga muncul terkait alasan kepala BGN yang menganggap isu keracunan lebih berbahaya dibanding potensi korupsi dana MBG.
Sejumlah pengamat menilai, meski aspek keamanan pangan memang penting, transparansi anggaran tetap harus diawasi ketat agar tidak membuka ruang penyimpangan. “Risiko keracunan memang nyata, tetapi potensi penyalahgunaan anggaran juga tidak kalah berbahaya karena menyangkut kepercayaan publik terhadap pemerintah,” ujar seorang pengamat kebijakan publik.
Hingga kini, pemerintah masih berupaya meyakinkan masyarakat bahwa program MBG berjalan sesuai aturan, baik dari sisi keamanan pangan maupun transparansi penggunaan anggaran. (Joko P)




