REMBANG, GEMADIKA.Com – Dukungan terhadap usulan pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada dua mantan Presiden RI, Soeharto dan Abdurrahman Wahid (Gus Dur), terus mengalir. Kali ini, dukungan datang dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Tani Merdeka Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.
Ketua DPC Tani Merdeka Rembang, Moh Haris Usman, menegaskan bahwa kedua tokoh bangsa tersebut memiliki jasa besar dalam membangun Indonesia, terutama di bidang pertanian, pembangunan nasional, dan stabilitas ekonomi.
“Presiden Soeharto adalah pekerja keras untuk rakyat. Di zamannya, Indonesia mampu swasembada pangan, ekonomi tumbuh, dan rakyat hidup tenang. Itu bukan hal kecil dan sudah sepantasnya beliau diberi gelar Pahlawan Nasional,” ujar Haris, Senin (10/11/2025).
Haris menjelaskan, keberhasilan swasembada beras di era Soeharto tidak lepas dari berbagai program strategis seperti Panca Usaha Tani, Bimas, Operasi Khusus (Opsus), dan Intensifikasi Khusus (Insus).
“Produksi beras meningkat tajam hingga membuat Indonesia diakui sebagai negara dengan sistem budi daya padi terbaik di Asia,” katanya.
Menurut Haris, pemerintah pada masa itu juga memastikan ketersediaan sarana produksi pertanian melalui pembangunan pabrik pupuk besar seperti Petro Kimia Gresik, Pupuk Sriwijaya Palembang, dan Asean Aceh Fertilizer. Subsidi pupuk, benih unggul, dan pestisida dikontrol ketat, sementara petani dimudahkan dalam akses kredit pertanian.
“Jalan, sekolah, puskesmas, bendungan, sampai program pertanian, itu semua hasil kerja Pak Harto. Beliau juga penjaga Pancasila dan UUD 1945. Itu harus kita akui,” lanjutnya.
Haris menambahkan, stabilitas ekonomi di masa Orde Baru memberi ruang bagi petani untuk berkembang. Harga gabah dijaga, inflasi terkendali, dan alat mesin pertanian (alsintan) mulai masuk ke desa-desa.
“Ekonomi Indonesia saat itu disegani, dikenal sebagai macan Asia. Jasa Pak Harto tidak bisa dinafikan. Dengan banyaknya dukungan dari berbagai pihak, saya pikir beliau pantas mendapat gelar itu,” tegasnya.
Selain Soeharto, Haris juga menilai Gus Dur layak dianugerahi gelar Pahlawan Nasional atas jasa-jasanya dalam menjaga keutuhan bangsa dan memperkuat demokrasi pasca-reformasi.
“Gus Dur kita kenal sebagai sosok visioner dan pemersatu bangsa. Beliau memberi ruang bagi kelompok tani, masyarakat adat, dan berbagai elemen rakyat untuk bersuara,” ungkapnya.
Haris menyebut, kebijakan otonomi daerah di masa pemerintahan Gus Dur menjadi fondasi penting bagi pemerataan pembangunan dan pemberdayaan ekonomi rakyat.
“Kebijakan-kebijakan itu kemudian dilanjutkan oleh presiden berikutnya. Itu adalah warisan penting dari Gus Dur sebagai pemimpin bangsa,” pungkasnya.
Menjelang peringatan Hari Pahlawan Nasional 10 November 2025, dukungan dari kalangan petani Rembang ini mempertegas bahwa jasa Soeharto dan Gus Dur masih dirasakan hingga kini, terutama dalam menjaga kedaulatan pangan dan persatuan bangsa Indonesia.(aziz)




