MAKASSAR, GEMADIKA.com – Kasus penculikan yang mengguncang Kota Makassar akhirnya terungkap dengan penangkapan jaringan sindikat perdagangan anak lintas provinsi. Bilqis, bocah perempuan berusia 3 tahun, menjadi korban kejahatan terorganisir yang memperjualbelikan anak dengan harga fantastis hingga puluhan juta rupiah.

Kasus ini membuktikan bahwa penculikan anak bukan sekadar isapan jempol atau cerita hoaks semata. Kejadian nyata dan mengerikan ini terjadi tepat di tengah kota, saat seorang balita polos sedang bermain di taman bersama teman-temannya.

Hilang Saat Bermain di Taman

Bilqis dilaporkan hilang saat bermain di sekitar Taman Pakui Sayang, Makassar, pada Minggu (2/11/2025).

Saat itu, bocah berusia 3 tahun ini sedang asyik bermain tanpa diduga akan menjadi sasaran pelaku kejahatan yang telah mengintai.

Kabar hilangnya Bilqis menyebar dengan cepat di kalangan warga Makassar. Media sosial dipenuhi dengan permintaan bantuan pencarian. Kecurigaan pun mulai muncul bahwa Bilqis menjadi korban sindikat penculikan anak yang selama ini menjadi momok menakutkan bagi para orangtua.

Dugaan tersebut ternyata benar adanya. Bilqis memang diculik untuk diperjualbelikan seperti barang dagangan, sebuah tindakan keji yang sangat tidak manusiawi.

Dijual Rp3 Juta di Makassar

Polisi berhasil menangkap pelaku pertama, seorang wanita bernama Sri Yuliana alias Ana (30), yang diduga kuat sebagai otak di balik penculikan Bilqis. Dalam pemeriksaan, Ana mengakui telah menjual Bilqis dengan harga yang sangat murah, hanya Rp3 juta.

“Saya nggak tahu namanya pak,” ucap terduga pelaku dalam video saat ditanya tentang identitas pembeli.

Ana mengaku bahwa harga Rp3 juta tersebut merupakan permintaan dari pembeli, bukan dia yang menentukan. Pengakuan ini diperkuat dengan bukti rincian transaksi transfer perbankan yang dilakukan.

Uang hasil penjualan Bilqis dikirim melalui dua kali transfer:

  • Transfer Pertama: Rp500.000
  • Transfer Kedua: Rp2.500.000
  • Total Penjualan: Rp3.000.000

Harga yang sangat murah untuk “membeli” seorang anak manusia, menunjukkan betapa rendahnya nilai kemanusiaan di mata para pelaku kejahatan ini.

Dijual Lagi Rp80 Juta di Jambi

Dari hasil pengembangan kasus, polisi menemukan fakta mengejutkan. Anak yang telah dibeli dari Ana tersebut ternyata dijual kembali kepada pasangan suami istri yang berdomisili di Jambi dengan harga yang jauh lebih tinggi.

Baca juga :  Viral Emak-Emak Bonceng Motor di Makassar, Polisi Lacak Identitas Pengendara

Informasi keberadaan korban terlacak hingga ke wilayah hukum Polres Kerinci, Jambi. Tim gabungan kemudian diterjunkan untuk melakukan pengejaran lintas provinsi yang memakan waktu dan tenaga ekstra.

Setelah dilakukan pengintaian intensif, kedua pelaku akhirnya diamankan di Kota Sungai Penuh pada Jumat (7/11/2025). Mereka adalah Adefrianto Syahputra S (36) dan Mery Ana (42), keduanya warga Kabupaten Merangin, Jambi. Kedua pelaku terlihat pasrah saat diborgol petugas.

Dalam pemeriksaan, Adefrianto dan Mery Ana mengakui telah menjual Bilqis kepada kelompok Suku Anak Dalam di Desa Mentawak, Kabupaten Merangin, dengan harga yang fantastis mencapai Rp80 juta.

Lonjakan harga dari Rp3 juta menjadi Rp80 juta ini menunjukkan adanya modus operandi yang terorganisir dengan baik, dimana anak-anak diperjualbelikan layaknya komoditas yang nilainya naik berkali lipat saat dipindahkan antar daerah.

Ditemukan Selamat Setelah 6 Hari

Keterangan dari kedua pelaku langsung ditindaklanjuti oleh tim gabungan Polrestabes Makassar dan Resmob Polda Jambi. Mereka melakukan pencarian ke lokasi yang disebutkan oleh pelaku.

Sempat hilang selama 6 hari sejak Minggu (2/11/2025), akhirnya ada kabar baik pada Sabtu (8/11/2025). Bilqis berhasil ditemukan di Jambi dalam keadaan selamat. Upaya pencarian yang gigih akhirnya membuahkan hasil manis.

Bilqis langsung dievakuasi ke Polres Merangin untuk mendapatkan pendampingan psikologis dan pemeriksaan medis guna memastikan kondisi kesehatannya setelah mengalami trauma penculikan.

Sinergi Polisi Lintas Provinsi

Kapolres Kerinci melalui Kasat Reskrim menyebutkan bahwa keberhasilan penyelamatan Bilqis merupakan hasil sinergi yang solid antara beberapa satuan kepolisian dari berbagai daerah.

“Kami hanya melakukan back up terhadap rekan-rekan dari Polrestabes Makassar. Begitu mendapat informasi bahwa pelaku berada di wilayah hukum kami, tim langsung bergerak cepat untuk memastikan tidak ada ruang bagi pelaku melarikan diri,” ujar salah satu perwira Polres Kerinci.

Tim gabungan yang terlibat dalam operasi penyelamatan ini terdiri dari:

  • Satreskrim Polrestabes Makassar
  • Resmob Polda Jambi
  • Unit Opsnal Satreskrim Polres Kerinci

Kerja sama lintas wilayah ini membuktikan bahwa kepolisian Indonesia mampu bekerja secara terkoordinasi untuk memberantas kejahatan yang melintasi batas provinsi.

Pelaku Dibawa ke Makassar

Pihak Polrestabes Makassar memastikan bahwa seluruh pelaku yang ditangkap akan dibawa ke Makassar untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Mereka akan dikenakan pasal berlapis terkait penculikan dan perdagangan orang, khususnya anak di bawah umur.

Baca juga :  9 Keutamaan Puasa Dzulhijjah, Dari Ampunan Dosa hingga Hapus Dosa Dua Tahun

Kasus ini menjadi sorotan publik karena melibatkan jaringan antarprovinsi dan dugaan praktik perdagangan anak lintas daerah yang terorganisir dengan rapi.

Polisi kini masih mendalami kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat dalam rantai jual beli anak tersebut. Penyelidikan terus dilakukan untuk membongkar seluruh sindikat dari hulu hingga hilir.

“Kami akan menelusuri sejauh mana keterlibatan para pelaku, termasuk pihak yang membeli maupun memperdagangkan anak korban,” ungkap penyidik Polrestabes Makassar dengan tegas.

Momen Haru Reuni dengan Orangtua

Bilqis akhirnya tiba kembali di Kota Makassar pada Minggu (9/11/2025) siang, setelah menjalani perjalanan panjang dari Jambi. Rombongan pengamanan tiba di Mapolrestabes Makassar tepat pukul 14.15 WITA.

Bilqis dibawa menggunakan mobil Mitsubishi Xpander kepolisian setelah penerbangan dari Jambi dan transit di Surabaya. Pengamanan ekstra ketat dilakukan untuk memastikan keselamatan bocah malang tersebut.

Tangis haru pecah saat balita itu diturunkan dari kendaraan operasional. Orangtua Bilqis yang sudah menunggu dengan penuh harap langsung menyambut kedatangan putri kesayangannya. Pelukan erat dan tangisan bahagia menjadi pemandangan yang mengharukan di halaman Mapolrestabes.

Sejumlah personel kepolisian memperketat pengamanan di sekitar pintu masuk Mapolrestabes untuk menjaga privasi keluarga dan menghindari kerumunan yang berlebihan.

Peringatan Keras Bagi Orangtua

Kasus penculikan Bilqis menjadi peringatan keras bagi seluruh orang tua di Indonesia. Jaringan sindikat perdagangan anak ternyata benar-benar ada dan beroperasi dengan modus yang semakin canggih.

Harga jual anak yang bisa mencapai puluhan juta rupiah menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelaku kejahatan untuk terus melancarkan aksinya. Anak-anak yang polos dan tidak berdaya menjadi target empuk mereka.

Orang tua harus selalu waspada dan tidak boleh lengah saat anak-anak bermain di tempat umum, termasuk taman bermain yang seharusnya menjadi tempat aman bagi anak-anak. Pengawasan ekstra sangat diperlukan, terutama di keramaian.

Kasus ini juga mengingatkan kita semua untuk saling menjaga dan peduli terhadap keselamatan anak-anak di sekitar kita. Jika melihat hal yang mencurigakan, segera laporkan kepada pihak berwajib.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami