BANJARNEGARA, GEMADIKA.com – Tragedi tanah longsor yang menerjang Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, masih menyisakan duka mendalam. Hingga Senin (17/11/2025), sebanyak 27 warga diperkirakan masih tertimbun material longsor.
Bencana yang terjadi pada Minggu (16/11/2025) sore ini telah merenggut dua korban jiwa yang sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, yakni Esiah (24) dan Klewih, keduanya warga RT 3 RW 3 Dusun Situkung. Selain itu, sebanyak 30 unit rumah warga mengalami kerusakan akibat kejadian ini.
Data tersebut dikeluarkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara yang terus memantau perkembangan situasi di lokasi bencana.
Tim SAR Lanjutkan Pencarian
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan bahwa tim pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan masih terus melakukan operasi penyelamatan di lokasi terdampak.
“Tim pencarian dan pertolongan (SAR) masih melakukan operasi penyelamatan di lokasi terdampak. Selain operasi SAR, personel gabungan telah berhasil mengevakuasi 34 orang dari kawasan hutan di sekitar longsoran,” kata Muhari, dikutip dari Kompas.com, Senin (17/11/2025).
Proses pencarian terhadap para korban yang diduga terkubur material longsoran ini terus dilakukan meskipun menghadapi berbagai tantangan, termasuk kondisi medan yang sulit dan potensi longsor susulan.
Ratusan Warga Diungsikan
Ratusan warga yang tinggal di sekitar lokasi kejadian telah diungsikan ke tempat yang lebih aman untuk mengantisipasi bahaya lebih lanjut. Pengungsian dilakukan ke tiga lokasi berbeda, yakni Kantor Kecamatan Pandanarum, GOR Desa Beji, dan Gedung Haji Desa Pringamba.
“Selain melakukan upaya SAR dan pelayanan pengungsi, BPBD setempat terus melakukan asesmen dampak dan kebutuhan warga. Sementara ini, kebutuhan mendesak dari hasil kaji cepat terdiri dari bahan makanan, makanan siap saji, air mineral, matras, selimut, hygiene kit dan family kit,” tutur Muhari.
Pihak BPBD bersama instansi terkait terus mengupayakan pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi, mulai dari makanan, tempat tinggal sementara, hingga kebutuhan sanitasi dan kesehatan.
Kepala BNPB Kunjungi Lokasi
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dan jajarannya diagendakan mengunjungi Banjarnegara pada Senin (17/11/2025) untuk meninjau langsung lokasi bencana dan memberikan arahan penanganan darurat.
Kunjungan kerja tersebut dilakukan setelah rombongan BNPB meninjau lokasi bencana longsor Majenang di Kabupaten Cilacap yang juga terjadi pada waktu yang hampir bersamaan.
Hingga saat ini, Pusdalops BNPB masih terus memantau dan mendukung penanganan darurat di kedua wilayah yang terdampak longsor tersebut.
Hujan Lebat Diduga Pemicu
Tanah longsor di Kabupaten Banjarnegara terjadi setelah adanya hujan lebat di kawasan Desa Situkung, Kecamatan Pandanarum. Derasnya hujan dan kondisi tanah yang labil diduga menjadi pemicu tebing longsor yang kemudian menimpa area persawahan dan perkebunan warga.
Kondisi geografis wilayah Banjarnegara yang berbukit dan rawan longsor memerlukan kewaspadaan ekstra, terutama saat musim hujan. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang terkait potensi bencana.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan relawan terus bekerja keras melakukan pencarian dengan harapan dapat menemukan korban yang masih tertimbun. Keluarga korban yang masih menunggu di posko evakuasi terus berdoa agar kerabat mereka dapat segera ditemukan.
Pemerintah daerah bersama BNPB akan terus mengintensifkan upaya pencarian dan memberikan bantuan kepada para korban serta pengungsi hingga situasi benar-benar aman.




