SURABAYA, GEMADIKA.com – Sebuah video yang memperlihatkan oknum polisi membeli bensin di SPBU Surabaya menggunakan drum viral di media sosial. Video tersebut memicu perdebatan di kalangan netizen, mengingat masyarakat umum tidak diperbolehkan membeli BBM dalam jumlah besar menggunakan wadah seperti drum.
Dalam narasi yang beredar, mobil dinas Patroli Jalan Raya (PJR) terlihat sedang mengisi BBM dengan menggunakan drum yang terletak di bagasi kendaraan. Peristiwa tersebut terjadi di salah satu SPBU di Surabaya dan langsung menuai pertanyaan dari warganet.
Narasi yang Beredar di Media Sosial
“Di salah satu SPBU di Surabaya nih kelihatan ada mobil dinas lagi isi BBM tapi kok BBM-nya dimasukin ke drum ya? Soalnya kalau kita rakyat biasa isi ke drum gini sih langsung dilarang sama petugas. Nah ini gimana ceritanya? Semoga aja ada penjelasan resmi ya biar nggak salah paham karena aturan kan harusnya berlaku buat semua bukan cuma buat sebagian,” demikian narasi dalam video tersebut.
Video ini kemudian menyebar luas dan memicu berbagai spekulasi di kalangan masyarakat. Banyak netizen yang mempertanyakan mengapa ada perlakuan berbeda antara petugas dan masyarakat umum dalam hal pembelian BBM.
Ditlantas Polda Jatim Buka Suara
Menanggapi kehebohan tersebut, Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Timur segera memberikan klarifikasi resmi melalui akun media sosial resminya.
“Video yang beredar terkait Personel PJR mengisi BBM menggunakan drum telah menimbulkan salah paham di masyarakat. Perlu kami luruskan bahwa BBM tersebut bukan untuk kepentingan pribadi,” demikian keterangan dalam postingan akun @ditlantaspoldajatim, dikutip pada Kamis (13/11/2025).
Untuk Layanan Darurat Pengguna Jalan Tol
Dalam penjelasan lengkapnya, Ditlantas Polda Jatim menegaskan bahwa pembelian BBM menggunakan drum tersebut merupakan bagian dari layanan darurat untuk membantu pengguna jalan tol yang mengalami kehabisan bahan bakar di tengah perjalanan.
“Pengisian BBM menggunakan drum dilakukan sebagai bagian dari layanan darurat untuk membantu pengguna jalan tol yang kehabisan bahan bakar di perjalanan,” jelas Ditlantas Polda Jatim.
Mobil PJR yang membawa drum BBM tersebut akan mengambil bahan bakar dari drum untuk kemudian diisikan ke kendaraan pengguna jalan yang membutuhkan bantuan darurat di jalan tol.
Cegah Kecelakaan Akibat Kendaraan Mogok
Lebih lanjut dijelaskan, layanan ini bertujuan untuk memastikan keamanan dan kelancaran lalu lintas, serta mencegah potensi kecelakaan yang bisa terjadi akibat kendaraan berhenti mendadak di bahu jalan tol karena kehabisan bahan bakar.
Seperti diketahui, kendaraan yang berhenti mendadak di jalan tol, terutama di malam hari, sangat berpotensi menyebabkan kecelakaan fatal. Oleh karena itu, PJR menyiapkan layanan bantuan BBM darurat untuk menghindari risiko tersebut.
Apresiasi untuk Layanan Publik
Setelah klarifikasi resmi dikeluarkan, sejumlah netizen memberikan apresiasi atas layanan yang diberikan oleh PJR Polda Jatim. Mereka menilai ini sebagai bentuk kepedulian aparat terhadap keselamatan pengguna jalan.
Namun, ada juga yang menyarankan agar ke depan, pihak kepolisian dapat memberikan sosialisasi lebih awal terkait program layanan seperti ini, sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya klarifikasi cepat dan transparan dari pihak berwenang terhadap konten yang viral di media sosial, guna mencegah penyebaran informasi yang tidak akurat dan menimbulkan kesalahpahaman publik. (*)




