PALEMBANG, GEMADIKA.com – Pembangunan Jalan Tol Palembang–Betung (Paltung), salah satu ruas strategis dalam jaringan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), terus menunjukkan kemajuan signifikan. PT Hutama Karya (Persero) melaporkan bahwa hingga akhir Oktober 2025, realisasi konstruksi tol sepanjang 69,19 kilometer ini telah mencapai 73,84 persen, dengan pembebasan lahan mencapai 84,94 persen.

Proyek ambisius ini digadang-gadang akan mengubah wajah konektivitas antara Sumatera Selatan dan Jambi, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan yang selama ini terkendala aksesibilitas.

Konektivitas Strategis Sumsel-Jambi

Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menyampaikan bahwa Tol Palembang–Betung akan menjadi penghubung utama antara Kota Palembang dan Betung di Kabupaten Banyuasin, serta memperkuat konektivitas antara Sumatera Selatan dan Jambi.

“Pembangunan Jalan Tol Palembang–Betung terus kami percepat dengan memastikan seluruh sumber daya, material, dan metode kerja memenuhi standar mutu tertinggi. Kami juga berkoordinasi intensif dengan pemerintah daerah agar proyek rampung tepat waktu,” ujar Mardiansyah, Jumat (7/11/2025).

Efisiensi Waktu Tempuh Hingga 67%

Salah satu manfaat terbesar dari pembangunan tol ini adalah efisiensi waktu perjalanan yang sangat signifikan. Tol Palembang–Betung diprediksi mampu memangkas waktu tempuh dari sekitar tiga jam menjadi hanya satu jam, atau pemotongan waktu hingga 67 persen.

Efisiensi waktu ini tidak hanya menguntungkan bagi masyarakat umum, tetapi juga akan mengurai kepadatan jalur lintas timur yang selama ini menjadi rute utama logistik distribusi barang di kawasan Sumatera bagian selatan.

Rincian Proyek Ruas Tol Palembang–Betung

Pembangunan ruas tol sepanjang 69,19 kilometer ini terbagi dalam beberapa seksi strategis, yakni:

  • Seksi 1: Palembang–Rengas (21,50 km)
  • Seksi 2: Rengas–Pangkalan Balai (33 km)
  • Seksi 3: Pangkalan Balai–Betung (14,69 km)
  • Junction Tahap 2 (Ramp 4,6,8): 4,07 km
  • Interchange Gandus: 2,02 km
  • Interchange Pulo Rimo: 3,83 km

Seluruh seksi ini dirancang untuk memberikan akses optimal bagi masyarakat di berbagai wilayah yang dilalui, dengan titik keluar-masuk (interchange) yang strategis.

Teknologi Modern untuk Jembatan Musi

Salah satu tantangan teknis terbesar dalam proyek ini adalah pembangunan Jembatan Musi pada Seksi 1. Untuk mengatasinya, PT Hutama Karya menggunakan teknologi Box Girder Balance Cantilever—sebuah metode modern untuk pembangunan bentang panjang tanpa memerlukan penopang tengah di sungai besar.

“Salah satu fokus pekerjaan utama adalah Jembatan Musi pada Seksi 1, yang menggunakan teknologi Box Girder Balance Cantilever—metode modern untuk pembangunan bentang panjang tanpa penopang tengah di sungai besar. Hingga akhir Oktober, progres segmen 16 jembatan tersebut telah memasuki tahap penyambungan struktur utama,” kata Mardiansyah.

Metode ini dipilih karena lebih efisien, aman, dan tidak mengganggu aktivitas transportasi sungai yang ada. Jembatan ini akan menjadi salah satu ikon megaproyek infrastruktur di Sumatera Selatan.

Melengkapi Jaringan Tol Sumatera Selatan

Rampungnya Tol Palembang–Betung akan melengkapi jaringan tol aktif yang dikelola PT Hutama Karya di Sumatera bagian selatan. Jaringan tol yang sudah beroperasi sebelumnya meliputi:

Dengan penambahan Tol Palembang–Betung sepanjang 69,19 km, total panjang jaringan tol di Sumatera bagian selatan yang dikelola Hutama Karya akan mencapai lebih dari 362 kilometer, menjadikannya salah satu jaringan tol terpanjang di luar Pulau Jawa.

Komitmen Kualitas dan Keselamatan

Mardiansyah menegaskan komitmen PT Hutama Karya untuk menjaga kualitas pekerjaan sambil memastikan keselamatan kerja dan efisiensi waktu tetap terjaga sepanjang proses konstruksi.

“Kami memastikan proyek strategis ini berjalan tepat waktu, berkualitas, dan mampu memberi dampak langsung bagi masyarakat, baik dari sisi akses, efisiensi logistik, maupun pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.

Dampak Ekonomi dan Sosial

Pembangunan Tol Palembang–Betung diharapkan memberikan dampak multiplier effect yang signifikan bagi perekonomian Sumatera Selatan dan sekitarnya. Beberapa dampak yang diharapkan antara lain:

  1. Peningkatan Mobilitas: Akses yang lebih cepat akan mendorong mobilitas masyarakat dan barang
  2. Efisiensi Logistik: Biaya distribusi barang akan menurun hingga 30-40 persen
  3. Pertumbuhan Ekonomi: Membuka peluang investasi dan pengembangan kawasan industri baru
  4. Penyerapan Tenaga Kerja: Membuka lapangan kerja baru di sektor perdagangan dan jasa
  5. Pariwisata: Meningkatkan aksesibilitas ke destinasi wisata di Sumsel dan Jambi

Dengan target penyelesaian yang terus dikejar, masyarakat Sumatera Selatan dan Jambi segera dapat merasakan manfaat konkret dari mega proyek infrastruktur yang menjadi bagian penting dari visi konektivitas nasional ini.

PT Hutama Karya terus berkomitmen untuk menyelesaikan proyek ini sesuai timeline yang telah ditetapkan, dengan tetap menjaga standar kualitas dan keselamatan kerja yang tinggi.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami