NAGAN RAYA, GEMADIKA.com —Mantan Ketua DPRK Nagan Raya angkat suara terkait pemadaman listrik bergilir yang dialami masyarakat, khususnya warga korban banjir di sejumlah wilayah pedalaman Kabupaten Nagan Raya. Ia meminta PT PLN (Persero) agar berlaku adil dan tidak tebang pilih dalam menyalurkan pasokan listrik kepada pelanggan.Minggu, 24/12/2025.

Menurutnya, selama masa banjir, sebagian besar desa hanya mendapatkan aliran listrik selama dua hari, itu pun hanya setengah hari menyala. Kondisi tersebut dinilai sangat menyulitkan masyarakat yang sedang berupaya memulihkan diri pascabencana.

“Kita melihat kebanyakan desa selama banjir ini cuma dapat jatah hidup lampu selama dua hari saja, itu pun hanya setengah hari sekali hidup,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa seluruh pelanggan PLN memiliki kewajiban yang sama dalam membayar dan mendukung operasional PLN, sehingga sudah sepatutnya memperoleh pelayanan yang adil.

“Saya meminta keadilan bagi PLN, jangan memilih-milih dalam menghidupkan lampu. Berlaku adil, karena semua pelanggan memiliki kewajiban yang sama dalam mendukung operasional PLN selama ini,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti ketimpangan pasokan listrik antara wilayah jalan lintas dan daerah pedalaman. Menurutnya, kawasan jalan lintas justru lebih sering mendapatkan aliran listrik, sementara wilayah pedalaman masih mengalami pemadaman berkepanjangan.

“Yang saya lihat, daerah jalan lintas lebih sering hidup, sedangkan kami di daerah pedalaman seperti Suka Rame, Pulo Tengah, dan Sepang jalur ke dalam, termasuk wilayah Tripa Makmur, tidak bisa merasakan pemadaman yang berkeadilan,” ungkapnya.

Padahal, lanjutnya, kebutuhan listrik di wilayah pedalaman juga sangat tinggi, terutama untuk mendukung UMKM dan usaha rakyat yang bergantung pada pasokan listrik dalam menjalankan aktivitas ekonomi sehari-hari.

Kondisi yang paling memprihatinkan, menurutnya, terjadi di wilayah Tripa Makmur yang merupakan daerah terdampak banjir. Warga sangat membutuhkan listrik untuk mendapatkan air bersih dari sumur bor.

“Tanpa listrik PLN, warga tidak bisa mendapatkan air bersih dari sumur bor masing-masing. Sementara tidak semua warga mampu membeli mesin genset,” jelasnya.

Ia kembali menegaskan harapannya agar PLN dapat memberikan pelayanan yang adil kepada seluruh pelanggan, terutama masyarakat yang sedang terdampak bencana.

“Sekali lagi saya minta pihak PLN, tolonglah berlaku adil untuk semua pelanggannya,” pungkasnya.

Penulis: Rahmat P. Ritonga

 

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami