JAKARTA, GEMADIKA.com – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji menegaskan bahwa setiap ibu berhak memperoleh metode kontrasepsi melalui program KB yang sesuai dengan kebutuhannya.

Hal itu disampaikan saat kegiatan Berbagi Praktik Baik Program Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi dalam rangka Peringatan Hari Ibu Tahun 2025.

“Metode KB atau kontrasepsi merupakan pilihan untuk menata keluarga berencana. Ini sederhana tapi harus dikerjakan,” ujar Wihaji seperti dikutip dari siaran pers, Rabu (24/12/2025).

Hak Perempuan untuk Keluarga Sehat

Wihaji menegaskan, mendapatkan metode kontrasepsi adalah hak perempuan untuk merencanakan kelahiran secara lebih sehat dan aman, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

Baca juga :  IHSG Anjlok 3,08% dalam Sehari, Rumor Kebijakan Ekspor Picu Kepanikan Pasar

“Penting program KB dalam rangka membangun stabilitas demografi. Melalui pengaturan jarak kehamilan lewat program KB, maka akan tercipta stabilitas demografi dengan indikator ekonomi, kesehatan mental, kesehatan reproduksi, keluarga berencana, dan sumber daya manusia yang semakin baik,” ucap Wihaji.

Dia juga menyampaikan rencana kerja Kemendukbangga/BKKBN ke depan terkait keluarga berencana dan kesehatan reproduksi, khususnya KB Pascapersalinan (KBPP), untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi.

“Prioritas pelayanan KB juga diimbau dapat dipastikan ke depannya, sehingga masyarakat yang belum terlayani bisa segera mendapatkan pelayanan KB,” terangnya.

Cegah Kehamilan “4 Terlalu”

Deputi Bidang Bina Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi Kemendukbangga/BKKBN Wahidin menambahkan, program KB berperan penting dalam mencegah ibu dari kehamilan yang tidak diinginkan.

Baca juga :  Geger! 5 WNI Termasuk 4 Jurnalis Ditangkap Israel di Kapal Flotilla, Indonesia dan 9 Negara Serukan Pembebasan

“Kehamilan dengan istilah 4 Terlalu alias terlalu muda, terlalu tua, terlalu dekat, dan terlalu banyak, berkontribusi pada pencegahan dan penurunan stunting,” tandas dia.

Pada kegiatan yang diselenggarakan secara daring dan luring tersebut, turut diberikan Apresiasi Program Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi Tahun 2025, meliputi Apresiasi Sinergi Inovasi Komitmen KB Pascapersalinan (ASIK KBPP), Role Model Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB) dan Klinik Swasta, serta Kelompok KB Pria.

Selain itu, ada juga talkshow dengan beberapa narasumber yang berbagi praktik baik terkait KB Pascapersalinan.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami