GROBOGAN, GEMADIKA.com – Pembangunan talud di Desa Teguhan, Kecamatan Grobogan, Kabupaten Grobogan, telah mencapai progres 80 persen. Proyek yang dibiayai dari dana Bantuan Provinsi (Banprov) Jawa Tengah tahun 2025 ini diharapkan mampu melancarkan saluran irigasi dan mencegah banjir di kawasan pemukiman warga.
Kepala Desa Teguhan, Sukarsono, menjelaskan bahwa pekerjaan konstruksi tinggal menyelesaikan tahap akhir berupa pemasangan kepalaan dan plester.
“Progres pembangunan talud ini sudah hampir 80 persen, tinggal kepalaan dan plester,” ungkap Sukarsono saat diwawancarai tim awak media Gemadika, Kamis (19/12/2025).
Ia menambahkan, target penyelesaian pembangunan talud ini direncanakan sebelum perayaan Natal 2025 agar dapat segera berfungsi optimal menghadapi puncak musim hujan.
Pembangunan talud ini memiliki fungsi ganda yang sangat vital bagi masyarakat Desa Teguhan. Selain untuk melancarkan aliran air dan mencegah banjir saat curah hujan tinggi, talud juga dirancang untuk memperlebar badan jalan sehingga bisa dimanfaatkan sebagai jalur simpangan kendaraan.

“Rencana ke depan, kami harapkan saluran ini dibersihkan rutin setiap satu bulan sekali agar aliran sungai tetap lancar dan tidak tersumbat sampah atau sedimen,” jelas Sukarsono.
Dora, Kepala Dusun di Desa Teguhan, menyambut positif pembangunan infrastruktur ini. Menurutnya, talud yang lebih luas akan memberikan manfaat besar bagi keselamatan dan kenyamanan warga.
“Semoga demi kebaikan masyarakat, talud ini bermanfaat agar tidak ada banjir apabila curah hujan tinggi karena aliran sungainya sudah lancar. Taludnya juga menambah volume jalan menjadi lebih lebar, bisa untuk simpangan kendaraan dan tidak mengganggu aktivitas di jalanan,” harap Dora dengan penuh optimisme.
Dengan adanya talud baru ini, masyarakat Desa Teguhan berharap masalah banjir yang selama ini kerap melanda kawasan pemukiman dapat teratasi. Selain itu, akses jalan yang lebih lebar diharapkan mampu meningkatkan kelancaran lalu lintas dan aktivitas ekonomi warga sehari-hari.
Hingga berita ini diturunkan, tim pembangunan terus bekerja untuk menyelesaikan tahap akhir konstruksi agar dapat diresmikan dan dimanfaatkan masyarakat sebelum akhir tahun 2025.




