SEMARANG, GEMADIKA.com –  Api perjuangan Marhaenisme kembali menyala dari jantung Jawa Tengah. Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Pejuang Marhaenis Nusantara (PMN) Jawa Tengah resmi dilantik untuk masa bakti 2025–2030 dalam sebuah prosesi khidmat yang digelar di Gedung Wisma Perdamaian, Semarang, Minggu, (11/01/2026).

Pelantikan ini menjadi penanda dimulainya babak baru perjuangan ideologi Bung Karno di tengah menguatnya arus kapitalisme, ketimpangan sosial, serta marginalisasi petani, buruh, dan rakyat kecil. Ratusan kader PMN dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah hadir, menyatukan tekad bahwa Marhaen tidak boleh ditinggalkan.

Suasana Pelantikan DPP Pejuang Marhaenis Nusantara (PMN) Jawa Tengah masa bakti 2025–2030 di Gedung Wisma Perdamaian, Semarang, Minggu (11/01/2026).

Bukan Sekadar Seremoni, Melainkan Pernyataan Sikap Ideologis

Di hadapan peserta, pengurus, serta tokoh nasional yang hadir, jajaran pimpinan PMN menegaskan bahwa pelantikan ini bukanlah sekadar agenda seremonial, melainkan pernyataan sikap ideologis.

Ketua DPP PMN Jawa Tengah terpilih, Puji Krisdyantoro, S.Kep., Ns., MM., MH., menegaskan bahwa Marhaenisme harus menjadi alat perjuangan nyata, bukan slogan kosong.

“Marhaenisme adalah alat perjuangan. Jawa Tengah harus berdiri di garis depan membela petani, buruh, dan rakyat kecil yang terus terpinggirkan oleh sistem yang tidak adil,” tegas Puji dalam pidatonya.

Pernyataan tersebut disambut antusias dan sorak semangat kader PMN yang menuntut kehadiran organisasi secara nyata di tengah penderitaan rakyat.

Kepemimpinan Diuji di Lapangan, Bukan di Ruang Rapat

Melalui Surat Keputusan Dewan Pimpinan Nasional (DPN) PMN, Puji Krisdyantoro resmi dipercaya memimpin DPP PMN Jawa Tengah. Dalam pidato perdananya, ia menekankan bahwa kepemimpinan sejati tidak diukur dari jabatan struktural, melainkan keberanian berpihak kepada rakyat.

PMN tidak boleh nyaman di ruang rapat. Kita harus turun ke sawah, ke pabrik, ke pasar rakyat. Di situlah Marhaen berada. Together We Can,” tandasnya.

Agenda Perlawanan Sosial dan Kerakyatan

  • Sebagai langkah awal, DPP PMN Jawa Tengah menetapkan sejumlah agenda perjuangan strategis, di antaranya:
  • Advokasi rakyat untuk melawan ketidakadilan hukum dan sosial.
  • Pemberdayaan ekonomi kerakyatan melalui penguatan UMKM dan koperasi berbasis Marhaen.

Pendidikan ideologis bagi generasi muda agar Pancasila dan Marhaenisme tidak berhenti sebagai jargon, tetapi menjadi kesadaran praksis.

Marhaen Bangkit, Perjuangan Tak Boleh Padam

Rangkaian acara ditutup dengan prosesi penyerahan pataka PMN, sebagai simbol estafet perjuangan ideologis yang tidak boleh terputus dari generasi ke generasi.

Kehadiran DPP PMN Jawa Tengah diharapkan menjadi kekuatan moral dan sosial yang berani bersuara, kritis terhadap ketimpangan, serta konsisten membela kepentingan rakyat kecil.

Dari Jawa Tengah, Marhaenisme kembali berdiri tegak. Perjuangan belum selesai — dan tidak akan pernah berhenti.

Penulis :  Joko Purnomo
Editor : Rini

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami