PATI, GEMADIKA.com – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Pati bergerak cepat mengamankan kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcar Lantas) menyusul dampak cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Hujan deras dengan intensitas tinggi disertai angin kencang sejak Jumat (9/1/2026) malam mengakibatkan genangan dan banjir di sejumlah titik. Kondisi ini berpotensi mengganggu arus lalu lintas serta membahayakan pengguna jalan, sehingga membutuhkan respons cepat dan terukur dari kepolisian.
Kegiatan pengamanan dan penanganan dilakukan sejak Sabtu (10/1/2026) pagi mulai pukul 08.00 WIB dan terus berlangsung sesuai perkembangan situasi di lapangan.
Genangan dan Banjir Landa Beberapa Titik
Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Pati, Kompol Riki Fahmi Mubarok, yang mewakili Kapolresta Pati menyampaikan bahwa cuaca buruk yang terjadi sejak Jumat malam telah menyebabkan genangan air bahkan banjir di beberapa wilayah Kabupaten Pati.
“Begitu menerima laporan kondisi cuaca dan genangan di beberapa lokasi, kami langsung mengerahkan personel untuk melakukan pemantauan dan pengamanan arus lalu lintas,” ujar Kompol Riki Fahmi.
Menurutnya, langkah cepat ini dilakukan untuk memastikan masyarakat tetap dapat beraktivitas dengan aman dan terhindar dari risiko kecelakaan lalu lintas akibat kondisi jalan yang tergenang air.
Sampah Menyumbat Aliran Sungai
Kompol Riki Fahmi menjelaskan bahwa selain faktor curah hujan yang tinggi, banjir juga dipicu oleh tersumbatnya aliran sungai akibat menumpuknya sampah di sejumlah jembatan dan saluran air.
“Sumbatan sampah menyebabkan air meluap ke badan jalan dan pemukiman warga. Ini menjadi perhatian serius karena dapat memicu kecelakaan lalu lintas dan membahayakan keselamatan masyarakat,” tegasnya.
Penumpukan sampah di aliran sungai dan saluran drainase menjadi masalah klasik yang kerap terjadi saat musim hujan. Hal ini menghambat aliran air sehingga menyebabkan luapan ke area yang lebih rendah, termasuk jalan raya dan pemukiman warga.
Sisa Lumpur Berbahaya bagi Pengendara
Meski kondisi air sudah mulai surut pada Sabtu siang, Satlantas mencatat masih terdapat lumpur tebal dan sisa sampah di jalan, jembatan, area pemukiman, hingga tempat-tempat ibadah.
“Sisa lumpur ini sangat licin dan berbahaya bagi pengendara, terutama pengendara sepeda motor. Jika tidak segera dibersihkan, dapat menyebabkan kecelakaan lalu lintas,” kata Kompol Riki Fahmi.
Lumpur yang menutupi permukaan jalan membuat kondisi jalan menjadi sangat licin dan mengurangi daya cengkeram ban kendaraan. Hal ini sangat berisiko, terutama bagi pengendara motor yang lebih rentan terhadap kondisi jalan yang licin.
Koordinasi dengan DPUTR Kerahkan Alat Berat
Sebagai langkah konkret dalam mengatasi masalah, Satlantas Polresta Pati melakukan koordinasi intensif dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati untuk membersihkan aliran sungai yang tersumbat.
“Kami berkoordinasi dengan DPUTR untuk mengerahkan alat berat seperti ekskavator guna membersihkan sampah yang menyumbat aliran sungai. Ini langkah penting agar air dapat mengalir normal dan tidak meluap lagi,” jelasnya.
Selain pembersihan sungai, penyemprotan dan pembersihan jalan juga dilakukan secara masif bersama instansi terkait guna memulihkan kondisi lalu lintas dan memastikan jalan aman untuk dilalui kendaraan.
Penggunaan alat berat terbukti efektif untuk mengangkat sampah berukuran besar dan lumpur tebal yang sulit dibersihkan secara manual.
Gotong Royong dengan Masyarakat
Keterlibatan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam penanganan pasca-banjir. Kompol Riki Fahmi mengapresiasi partisipasi aktif warga yang turut membantu proses pembersihan.
“Kami bersama warga bergotong royong membersihkan jalan, pemukiman, dan fasilitas umum seperti masjid dan mushola agar aktivitas masyarakat bisa segera kembali normal,” ujarnya.
Semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat Pati mencerminkan solidaritas tinggi dalam menghadapi bencana. Dengan kerja sama yang baik antara aparat dan warga, proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat.
Patroli dan Pengaturan Lalu Lintas
Di sisi lain, Satlantas tetap melakukan pengaturan arus lalu lintas dan patroli intensif di titik-titik rawan banjir dan tanah longsor. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana susulan atau kondisi jalan yang memburuk.
Kompol Riki Fahmi memastikan bahwa hingga Sabtu siang, kondisi arus lalu lintas di wilayah Kabupaten Pati terpantau aman dan lancar.
“Kondisi lalu lintas saat ini lancar, jalur Pantai Utara (Pantura) Pati maupun jalur-jalur lainnya masih aman dan kondusif. Kami terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi jalan,” pungkasnya.
Imbauan untuk Masyarakat
Satlantas Polresta Pati mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati saat berkendara, terutama di area yang baru saja terendam banjir. Pengemudi diminta untuk mengurangi kecepatan dan menjaga jarak aman.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke sungai dan saluran air, agar tidak menyebabkan penyumbatan saat musim hujan.
“Partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sangat penting untuk mencegah banjir. Mari bersama-sama menjaga kebersihan sungai dan saluran air,” ajak Kompol Riki Fahmi.
Dengan koordinasi yang solid antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat, diharapkan dampak cuaca ekstrem dapat diminimalkan dan aktivitas masyarakat dapat kembali normal dengan cepat.




