JAKARTA, GEMADIKA.com – Google kerap disebut-sebut sebagai ‘raja internet’. Pasalnya, mayoritas aktivitas kita di dunia maya memanfaatkan berbagai layanan Google, mulai dari mencari informasi hingga menyimpan foto dan video.

Layanan paling dasar adalah Google Search untuk mencari informasi terkait topik tertentu yang beredar di internet. Selain itu, ada juga Google Maps untuk mencari lokasi, Gmail untuk bertukar email, hingga Google Photos untuk menyimpan file foto dan video.

Google Kumpulkan Jejak Digital Pengguna

Layanan-layanan Google memang sangat membantu aktivitas sehari-hari dan membuat hidup lebih praktis. Namun, yang tidak banyak disadari pengguna adalah setiap kali mengakses layanan Google, kita meninggalkan jejak digital yang terekam dalam sistem mereka.

Jejak digital ini tak ubahnya ‘harta karun’ bagi para pengiklan. Sebab, pengiklan bisa melakukan profiling atau membuat profil detail tentang pengguna internet, untuk memaksimalkan promosi barang dan jasa mereka. Iklan yang muncul di layar ponsel atau komputer Anda bukanlah kebetulan, melainkan hasil dari pelacakan aktivitas online Anda.

Bahkan, ketika pengguna menonaktifkan riwayat lokasi, pengumpulan informasi masih tetap berlangsung. Google sebagai layanan mesin pencari terbesar di dunia mengumpulkan sangat banyak informasi pengguna untuk berbagai keperluan, terutama untuk meningkatkan relevansi iklan.

8 Data Pribadi yang Dikumpulkan Google

  1. Nama, jenis kelamin, dan tanggal lahir
  2. Nomor ponsel pribadi
  3. Riwayat pencarian di Google
  4. Situs web yang dikunjungi
  5. Minat dan kesukaan pengguna, mulai dari olahraga hingga makanan-minuman favorit
  6. Tempat kerja
  7. Tempat tinggal
  8. Video yang ditonton di YouTube

Data-data ini kemudian digunakan untuk menampilkan iklan yang lebih “personal” dan relevan dengan kebutuhan Anda. Namun, bagi sebagian orang, hal ini justru terasa mengganggu privasi.

Cara Menghentikan Pelacakan Google

Jika Anda tidak nyaman dengan pelacakan aktivitas internet oleh Google, sebenarnya ada cara mudah untuk menghentikannya. Berikut langkah-langkahnya, dikutip dari Cnet:

Langkah 1: Masuk ke akun Google Anda

Langkah 2: Pilih menu “Manage your Google Account”

Langkah 3: Pada bagian “Privacy & Personalization”, pilih “Manage your Data & Personalization”

Langkah 4: Scroll layar ke bawah hingga menemukan menu “Activity Controls”, lalu pilih “Manage your Activity Controls”

Langkah 5: Anda akan melihat kotak bernama “Web & App Activity”. Geser toggle atau tombol pengaturan untuk mematikannya

Apa yang Terjadi Setelah Pelacakan Dimatikan?

Setelah langkah-langkah di atas dilakukan, fitur pemantauan Google akan dimatikan. Artinya, pengguna tidak akan lagi melihat iklan dan rekomendasi penelusuran yang relevan dengan aktivitas browsing sebelumnya.

Sebaliknya, iklan yang muncul akan kurang relevan serta rekomendasi penelusuran kurang bermanfaat. Pengalaman personal atau hasil pencarian yang disesuaikan dengan kebiasaan Anda tidak akan didapat lagi setelah fitur ini dinonaktifkan.

Sebagai catatan penting, pengguna tidak akan kehilangan data yang sudah tersimpan saat pelacakan dimatikan. Data lama tetap tersimpan, hanya saja Google tidak akan lagi menyimpan informasi baru di masa mendatang.

Kendati demikian, data yang sudah dikumpulkan sebelumnya tidak akan terhapus secara otomatis. Anda perlu menghapusnya secara manual jika menginginkan data lama tersebut benar-benar hilang.

Cara Cek Data Pribadi yang Dikumpulkan Google

Jika penasaran dengan data pribadi apa saja yang telah dikumpulkan Google tentang Anda, simak caranya berikut ini:

1. Jenis Iklan yang Diminati

Masuk ke akun Google, lalu klik “Manage Ads Settings”. Cara ini berguna untuk mengetahui topik iklan apa saja yang menurut Google Anda sukai. Di dalamnya akan tertera data seperti jenis kelamin, umur, dan iklan apa yang pernah Anda blokir.

2. Tempat yang Pernah Dikunjungi

Buka “Google Locations History Page” untuk melihat lokasi mana saja yang pernah Anda kunjungi. Data ini tersimpan di dalam platform Google Maps dan bisa menampilkan riwayat perjalanan Anda secara detail.

3. Aktivitas YouTube

Anda juga bisa melihat semua aktivitas yang dilakukan di dalam YouTube, mulai dari video yang ditonton hingga yang dicari. Caranya bisa mengakses lewat fitur “Search” dan juga “Youtube Watch History”.

Cara Hapus Jejak Digital di 5 Browser Populer

Selain memastikan Google tidak lagi melacak aktivitas Anda, Anda juga bisa menghapus jejak digital yang sudah terlanjur tersimpan di HP dan komputer. Caranya adalah dengan rutin menghapus riwayat penelusuran di browser yang digunakan.

Berikut caranya untuk berbagai browser populer:

1. Google Chrome

Untuk menghapus riwayat di Google Chrome, klik tiga titik vertikal di pojok kanan atas untuk masuk ke menu. Berikutnya pilih “Settings” dan pada sidebar buka menu “Privacy & Security”.

Sebagai catatan, jika Anda mengatur browser sinkron dengan komputer lain melalui akun Google, maka saat menghapus riwayat pada satu perangkat akan terjadi hal yang sama di perangkat lain yang tersinkronisasi.

2. Mozilla Firefox

Klik lebih dulu tiga garis horizontal di bagian kanan atas untuk masuk ke menu. Lalu pilih “Settings > Privacy & Security” dan scroll ke bawah hingga menemukan bagian “Cookies & Site Data”.

Anda bisa menghapus seluruh data sekaligus atau mengelola data agar memiliki kontrol lebih detail pada apa yang akan dihapus. Selain itu, centang kotak yang menghapus data browsing setiap kali menutup Firefox jika tidak ingin melakukan penghapusan secara manual setiap waktu.

3. Safari

Di Safari (browser bawaan perangkat Apple), buka lebih dulu menu dan klik “Clear History”. Pilih rentang waktu data yang ingin Anda hapus, kemudian klik “Clear History”.

Perlu diketahui, saat menghapus riwayat di Safari, Anda tidak bisa mendapatkan pilihan untuk menghapus berbagai jenis data secara selektif. Jadi cookie dan file cache akan ikut terhapus juga secara otomatis.

4. Microsoft Edge

Pengguna Windows 11 atau sistem operasi Windows lainnya bisa menghapus riwayat dengan menekan tanda tiga titik di sebelah kanan atas. Lanjutkan dengan memilih “Settings” dari menu yang muncul.

Pada menu “Privacy”, temukan “Clear browsing data” dan klik “Choose what to clear”. Tentukan pilihan dari daftar yang tersedia, termasuk riwayat penjelajahan dan data cache. Terakhir klik “Clear Now”.

5. Opera

Langkah pertama, klik ikon “Settings” di bagian kanan bar alamat. Pada menu yang muncul, scroll ke bawah dan temukan “Privacy & Security”. Di samping “Browsing data”, klik “Clear”.

Berikutnya, Anda bisa memilih jenis data yang ingin dihapus, termasuk menentukan jangka waktu penghapusan. Setelah semuanya selesai dipilih, klik “Clear Data”.

Privasi Digital di Tangan Anda

Nah, itu dia langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk menghentikan Google melacak aktivitas online Anda selama 24 jam penuh, serta cara menghapus riwayat penelusuran di berbagai browser populer.

Menjaga privasi digital adalah hak setiap pengguna internet. Dengan mengikuti panduan di atas, Anda bisa lebih mengontrol data pribadi dan jejak digital yang tersebar di dunia maya. Semoga informasi ini bermanfaat!

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami