MEDAN, GEMADIKA.com – Seorang orang tua mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara (USU), AP Harahap, menyampaikan kekecewaannya terhadap sikap seorang oknum dosen Arsitektur USU berinisial M Dolok Lubis yang diduga bertindak tidak profesional dan melakukan intimidasi terhadap sejumlah mahasiswa.
Menurut AP Harahap, oknum dosen tersebut diduga berulang kali melarang anaknya dan beberapa mahasiswa lain mengikuti perkuliahan pada mata kuliah yang diasuhnya, sehingga berdampak serius terhadap kondisi psikologis mahasiswa.
“Saya sangat kecewa. Setiap mata kuliah yang diajarkan dosen tersebut, anak saya diusir dan tidak diizinkan mengikuti perkuliahan. Akibatnya anak saya stres, tertekan secara batin, bahkan enggan melanjutkan kuliah. Dosen harus bertanggung jawab,” ujar AP Harahap dengan nada kesal, Minggu (18/1/2026).
Upaya Komunikasi Tak Direspons
AP Harahap mengaku telah berupaya menghubungi M Dolok Lubis secara langsung melalui telepon maupun pesan WhatsApp untuk meminta penjelasan. Namun, upaya tersebut tidak mendapat respons.
“Telepon saya tidak pernah diangkat, pesan WhatsApp juga tidak dibalas. Bahkan pesan saya justru di-screenshot dan disebarkan ke grup mahasiswa, lalu oknum dosen tersebut menggiring opini seolah-olah dirinya mendapat teror,” jelasnya.
Ia menambahkan, tindakan tersebut semakin memperburuk kondisi psikologis anaknya, terlebih ketika mahasiswa yang bersangkutan dikeluarkan dari grup WhatsApp mahasiswa, yang dinilai sebagai bentuk tekanan sosial.
Ancaman Sanksi Massal
Tak hanya itu, AP Harahap juga menyebutkan bahwa teman satu angkatan anaknya diduga turut mendapat intimidasi. Oknum dosen tersebut disebut-sebut mengancam akan memberikan sanksi kepada satu angkatan serta berencana mengeluarkan surat pemanggilan orang tua mahasiswa.
Namun, menurut informasi yang diterima AP Harahap, surat tersebut belum diterbitkan karena tidak mendapat persetujuan Kepala Program Studi (Kaprodi), lantaran dinilai sarat kepentingan pribadi.
Belum Ada Progres dari Pihak Kampus
AP Harahap mengaku telah berkoordinasi dengan pihak Humas USU yang menjanjikan penyelesaian secara internal. Namun hingga dua pekan berlalu, belum ada perkembangan signifikan.
“Dua minggu saya menunggu dengan itikad baik. Anak saya kuliah bayar, bukan gratis. Saya kumpulkan uang sedikit demi sedikit agar anak saya bisa kuliah. Kalau begini terus, bagaimana mahasiswa bisa mengikuti perkuliahan dan mendapatkan nilai?” ungkapnya.
Ia menegaskan akan membawa persoalan ini langsung ke Rektor atau Dekan Fakultas Teknik USU jika tidak segera diselesaikan.
“Kalau anak saya terlibat tawuran atau narkoba, saya terima dikeluarkan. Ini hanya persoalan sepele terkait kegiatan Family Gathering. Saya ini wartawan, sebenarnya tidak ingin membawa ini ke media demi menjaga nama baik kampus. Tapi karena dianggap sepele, terpaksa saya sampaikan agar publik tahu,” tegasnya.
Awal Mula Permasalahan
Berdasarkan penelusuran, konflik ini diduga bermula dari kegiatan Family Gathering (Famgath) bertajuk KUKEKA, yang melibatkan mahasiswa Arsitektur angkatan 2022 dan 2025.
Pembentukan kepanitiaan Famgath dilakukan pasca Forum IMA pada 17 September 2025 dan disebut-sebut telah mendapat restu dari M Dolok Lubis. Bahkan, dosen tersebut sempat menunjukkan antusiasme dengan memberikan saran terkait lokasi kegiatan.
Namun, memasuki H-4 sebelum kegiatan (22 Oktober 2025), M Dolok Lubis menerima pesan anonim yang mempertanyakan banyaknya kegiatan bagi mahasiswa baru serta biaya yang dinilai memberatkan. Pesan tersebut dianggap tidak sopan dan tidak sesuai etika akademik.
Karena pengirim pesan anonim tidak diketahui, M Dolok Lubis kemudian mengumumkan pelarangan seluruh kegiatan yang melibatkan angkatan 2025 hingga pengirim pesan ditemukan.
“Ada lima mahasiswa yang mendapat intimidasi, salah satunya anak saya,” ungkap AP Harahap.
Bahkan, dosen tersebut juga diduga mengancam agar mahasiswa angkatan 2025 tidak direkomendasikan mengikuti kaderisasi Ikatan Mahasiswa Arsitektur (IMA) dan tidak dilibatkan dalam kepengurusan organisasi ke depan.
“Sebentar lagi masuk angkatan 2026, lalu lompat satu angkatan,” tambahnya.
Menunggu Klarifikasi Resmi
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari M Dolok Lubis maupun pihak Fakultas Teknik USU. Redaksi GEMADIKA.com masih membuka ruang hak jawab dan klarifikasi guna menjaga prinsip keberimbangan pemberitaan.
(Selamet-Tim)




