JAKARTA, GEMADIKA.com – Forum Peduli Simalungun Jakarta (FPSJ) mendesak Regional Head PTPN IV Budi Santoso untuk meminta maaf kepada masyarakat Simalungun. Tuntutan ini menyusul beredarnya video yang dianggap menistakan Simalungun di wilayah Kebun Bah Jambi, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, pada Agustus 2025 lalu.

Tuntutan tersebut menjadi salah satu hasil rapat Forum Peduli Simalungun Jakarta yang digelar pada Rabu (7/1/2026) di Jakarta. Rapat tersebut membahas berbagai isu terkait kepentingan masyarakat Simalungun, khususnya di lingkungan PTPN IV.

Dalam keterangan pers yang ditandatangani Ketua FPSJ Darman Tua Purba, S.Sos dan Sekretaris Hardy G. Damanik, SH, yang diterima media ini Jumat (9/1), forum tersebut mengajukan sejumlah tuntutan penting kepada manajemen PTPN IV.

Tuntut Pemberdayaan Putra Simalungun

Salah satu tuntutan utama FPSJ adalah meminta Kementerian BUMN untuk memberdayakan putra daerah Simalungun sebagai Regional Head dan Senior Executive Vice President (SEVP) di PTPN IV. Menurut forum, sudah enam tahun tidak ada lagi putra Simalungun yang menduduki posisi SEVP di PTPN IV Regional II.

“Kami meminta kepada Kementerian BUMN untuk memberdayakan putra Simalungun Provinsi Sumatera Utara sebagai Regional Head dan SEVP di PTPN IV, karena telah enam tahun tidak pernah lagi ada putra Simalungun sebagai SEVP di PTPN IV Regional II,” ujar Ketua FPSJ D. Tuah Purba, S.Sos, M.Si.

Baca juga :  BGN Ancam Tutup Dapur MBG yang Tak Prioritaskan Ibu Hamil dan Balita

Selain itu, FPSJ juga meminta PTPN IV Regional II untuk menghentikan penanaman kelapa sawit di Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun, dan mengembalikannya ke tanaman teh. Alasannya, tanaman teh merupakan ikon mendunia dari Kabupaten Simalungun yang telah dikenal secara internasional.

Permintaan Maaf atas Video Kontroversial

Forum Peduli Simalungun Jakarta secara tegas meminta Budi Santoso untuk meminta maaf kepada masyarakat Simalungun atas video yang dibuat di Kebun Bah Jambi pada Agustus lalu. Video tersebut dianggap telah melukai perasaan dan menistakan masyarakat Simalungun.

Meski demikian, forum tidak merinci secara spesifik isi video yang dimaksud dalam keterangan persnya. Hingga berita ini diturunkan, video tersebut masih menjadi perbincangan di kalangan masyarakat Simalungun.

Penyaluran CSR dan Pemberdayaan Pengusaha Lokal

FPSJ juga menuntut agar penyaluran Corporate Social Responsibility (CSR) PTPN IV lebih tepat sasaran dan menyentuh langsung masyarakat Simalungun. Forum ini juga meminta agar PTPN IV lebih memberdayakan putra daerah Simalungun dan pengusaha lokal Simalungun dalam berbagai program dan kemitraan perusahaan.

Baca juga :  Mitos Air Dingin Bikin Lemak Membeku Usai Makan Daging, Dokter: Itu Tidak Benar

“Penyaluran CSR harus tepat sasaran kepada masyarakat Simalungun, dan kami juga meminta PTPN IV memberdayakan putra Simalungun, termasuk pengusaha putra Simalungun,” tambah D. Tuah Purba.

Dukungan Tokoh Masyarakat

Hasil rapat FPSJ telah disampaikan kepada sejumlah tokoh masyarakat Simalungun yang berada di Jakarta, di antaranya Prof. Dr. Bungaran Saragih, Darwan Purba, Junimat Girsang, dan Marsiaman Saragih.

Forum juga mengajak seluruh tokoh masyarakat Simalungun, termasuk tokoh adat dan Partuha Maujana Simalungun, untuk bersatu mendukung program ini demi kepentingan bersama masyarakat Simalungun.

PTPN IV Belum Beri Tanggapan

Terkait tuntutan tersebut, awak media menghubungi Kepala Bagian Humas PTPN IV Medan, Ridho Nasution, melalui pesan WhatsApp pada Jumat (9/1). Namun, Ridho tidak memberikan komentar dan mengalihkan pertanyaan kepada Sekretaris Kebun, Hari Pratama.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak PTPN IV terkait tuntutan yang diajukan Forum Peduli Simalungun Jakarta.

Publik kini menunggu respons dan sikap manajemen PTPN IV terhadap berbagai tuntutan yang diajukan oleh masyarakat Simalungun melalui forum tersebut. (S. Hadi Purba)

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami