NAGAN RAYA, GEMADIKA.com – Pengguna media sosial dihebohkan dengan kemunculan gelembung gas yang keluar dari dalam tanah di Dusun Pulo Raya, Gampong Desa Gunong Cut, Kabupaten Nagan Raya, Aceh. Fenomena alam yang tidak biasa ini muncul pasca banjir bandang yang melanda wilayah Aceh akhir November 2024 lalu.

Dalam sebuah video yang dibagikan oleh pengguna TikTok @znlabdn011, awalnya terlihat air di endapan lumpur seperti mendidih. Namun setelah diamati lebih dekat, ternyata yang muncul adalah gelembung-gelembung gas yang terus keluar dari dalam tanah.

Warga Buktikan Gas Bisa Terbakar

Masyarakat setempat yang penasaran terlihat melakukan eksperimen sederhana untuk membuktikan apakah gelembung tersebut benar-benar gas yang mudah terbakar.

Dalam rekaman video yang viral itu, seorang pria mencoba menaruh satu kaleng yang telah dilubangi bagian atasnya di area gelembung gas tersebut. Dia kemudian meletakkan satu daun kering di atasnya, dan dalam sekejap daun tersebut langsung terbakar dengan sendirinya.

Tidak cukup sampai di situ, pria tersebut kembali melakukan aksi serupa hingga dua kali. Dalam percobaan kedua, terlihat api menyambar cukup besar pada daun kering tersebut, membuktikan bahwa gas yang keluar memang mudah terbakar dan berpotensi berbahaya.

20 Titik Gelembung Gas Ditemukan

Yang lebih mengejutkan, ternyata bukan hanya satu titik saja yang mengeluarkan gelembung gas. Dilaporkan hingga Selasa (6/1/2026) kemarin, tercatat ada lebih dari 20 titik gelembung gas yang ditemukan di lokasi tersebut. Jumlah ini membuat warga semakin was-was dan khawatir akan keselamatan mereka.

Baca juga :  Jelang Idul Adha, Tol Sibanceh Disiapkan Maksimal — Banda Aceh ke Sigli Kini Hanya Satu Jam

Fenomena ini semakin menarik perhatian karena kemunculannya yang tiba-tiba setelah banjir bandang melanda wilayah tersebut. Banyak pihak menduga ada hubungan antara banjir dengan keluarnya gas dari dalam tanah.

Badan Pengelola Migas Aceh Turun ke Lokasi

Merespons kehebohan ini, dalam akun TikTok resmi Bupati Nagan Raya, Dr. TR. Keumangan, pada Selasa (6/1/2026), pihak dari Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) telah meninjau langsung lokasi kejadian.

BPMA bersama Tim Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh melakukan penyelidikan terhadap gelembung gas untuk mengetahui apakah gelembung tersebut mengandung zat berbahaya atau tidak, serta untuk memastikan keamanan warga sekitar.

Kepala Badan Pengelola Migas Aceh, Nasri Djalal, menjelaskan hasil pemeriksaan awal yang telah dilakukan timnya di lokasi.

“Kita sudah cek melalui multi gas detector tidak terdapat adanya H2S (Hidrogen Sulfida). Tapi kita akan segera tindak lanjuti untuk memeriksa secara menyeluruh apakah pelamparan ini benar gas rawa atau memang ada potensi gas di sini,” kata Nasri, dikutip dari tayangan YouTube, Selasa (6/1/2026).

Diduga Gas Rawa, Masih Butuh Pemeriksaan Lanjutan

Nasri juga menyebutkan bahwa pihaknya akan melakukan pengecekan lanjutan menggunakan alat khusus untuk mengetahui komposisi gas yang ada di lokasi tersebut secara lebih detail dan akurat.

Baca juga :  Bupati TRK: Masyarakat Nagan Raya Kini Bisa Berobat Cukup dengan KTP dan KK

“Nanti kita akan mengecek melalui komposisi gas yang ada. Nah nanti pakai alat untuk melihat komposisi gas yang ada dan biasanya gas rawa volumenya dangkal dan tidak ekonomis,” kata dia.

Gas rawa adalah gas yang terbentuk secara alami di lahan basah atau rawa akibat pembusukan bahan organik dalam kondisi tanpa oksigen. Gas ini biasanya mengandung metana yang mudah terbakar. Namun, kemunculan gas rawa dalam jumlah banyak dan di banyak titik seperti ini cukup langka terjadi.

Bupati Imbau Warga Jauhi Lokasi

Sementara itu, Bupati Nagan Raya, Dr. TR. Keumangan, menghimbau masyarakat agar sementara waktu tidak beraktivitas di sekitar lokasi kemunculan gelembung gas. Himbauan ini dikeluarkan demi menjaga keselamatan warga mengingat gas yang keluar terbukti mudah terbakar.

Pemerintah Kabupaten Nagan Raya masih menunggu hasil pemeriksaan menyeluruh terkait kemunculan gas ini sebelum mengambil langkah lebih lanjut. Tim ahli akan terus melakukan monitoring dan analisis untuk memastikan tidak ada bahaya yang mengancam warga sekitar.

Masyarakat diharapkan tetap tenang namun waspada, dan segera melaporkan ke pihak berwenang jika menemukan titik-titik baru kemunculan gelembung gas di wilayah mereka. Pemerintah daerah berjanji akan transparan dalam menyampaikan hasil pemeriksaan kepada publik setelah analisis lengkap selesai dilakukan.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami