PANCUR BATU, GEMADIKA.com – Kasus penembakan misterius yang dilaporkan Robin Sembiring dengan Nomor Laporan Polisi LP/B/106/III/2025/SPKT/Polsek Pancur Batu tertanggal 5 Maret 2025 hingga kini belum menunjukkan perkembangan berarti. Ketidakjelasan penanganan perkara tersebut memicu kekecewaan korban dan masyarakat, yang tercatat telah melakukan aksi unjuk rasa sebanyak tiga kali di depan Mapolsek Pancur Batu.

Aksi tersebut merupakan bentuk protes warga atas lambannya pengungkapan kasus yang dinilai menyisakan banyak tanda tanya, meskipun sejumlah saksi telah diperiksa oleh penyidik.

Alur Kepemilikan Mobil Teridentifikasi

Robin Sembiring selaku korban mengungkapkan kekecewaannya terhadap kinerja penyidik Polsek Pancur Batu. Ia menilai, fakta-fakta dan keterangan saksi yang telah diperoleh seharusnya cukup untuk mengarah pada pelaku utama.

“Kami memiliki bukti tambahan. Keterangan saksi mengenal mobil Suzuki Carry Pick Up warna hitam yang digunakan pelaku dan mengetahui siapa pemiliknya,” ujar Robin kepada awak media.

Berdasarkan penelusuran mandiri korban, termasuk bukti percakapan melalui WhatsApp, pemilik awal mobil tersebut mengakui bahwa kendaraan itu telah digadaikan kepada seorang pria warga Desa Durin Simbelang bernama Irwandi alias Ribut.

Rantai Gadai dan Pemeriksaan Saksi

Dalam proses penyidikan, Irwandi alias Ribut telah diperiksa oleh penyidik Polsek Pancur Batu. Dalam keterangannya, Ribut menyebutkan bahwa mobil tersebut tidak lagi berada di tangannya, melainkan telah digadaikan kembali kepada pihak lain.

“Saksi Ribut mengatakan mobil itu digadai lagi kepada seorang pria warga Jalan Desa Lama bernama Balong. Informasinya, Balong juga sudah diperiksa oleh penyidik Polsek Pancur Batu,” jelas Robin.

Korban Pertanyakan Keseriusan Aparat

Meski mata rantai penguasaan kendaraan yang digunakan dalam peristiwa penembakan telah teridentifikasi melalui pemeriksaan saksi-saksi kunci, hingga kini pelaku penembakan yang beraksi dari atas mobil Suzuki Carry Pick Up tersebut belum juga ditangkap.

Hal ini memicu kekecewaan mendalam dari korban dan masyarakat.

“Penembakan dilakukan dari atas mobil tersebut. Orang-orang yang memegang mobil sudah diperiksa, tetapi sampai sekarang tidak ada titik terang siapa pelakunya. Ini yang membuat kami sangat kecewa,” tegas Robin.

Warga Desak Transparansi dan Ketegasan

Aksi unjuk rasa yang telah dilakukan sebanyak tiga kali disebut sebagai bentuk mosi tidak percaya masyarakat terhadap penegakan hukum di wilayah hukum Polsek Pancur Batu.

Warga mendesak agar Kapolsek Pancur Batu yang baru, Kompol Junaidi, segera mengambil langkah cepat dan memberikan atensi serius terhadap kasus tersebut, agar tidak menimbulkan kesan bahwa laporan masyarakat “dipeti-eskan”.

Upaya Konfirmasi Kepolisian

Terpisah, saat dikonfirmasi awak media, Kapolsek Pancur Batu Kompol Junaidi melalui pesan WhatsApp ke nomor +62 813-2251-xxxx, Senin (19/01/2026), menyampaikan singkat:

“Baik Pak, saya cek dulu ya.”

Sementara itu, upaya konfirmasi kepada Kanit Reskrim Polsek Pancur Batu, Iptu Junaidi Karosekali, melalui pesan WhatsApp ke nomor +62 813-7524-xxxx pada hari yang sama, tidak mendapat respons hingga berita ini diterbitkan.

Media ini masih membuka ruang klarifikasi dan konfirmasi lanjutan dari pihak kepolisian guna menjaga prinsip keberimbangan pemberitaan.(Rahmat P Ritonga)

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami