MAGUINDANAO DEL SUR, GEMADIKA.com – Wali Kota Shariff Aguak, Provinsi Maguindanao del Sur, Filipina, Akmad Mitra Ampatuan, selamat dari upaya pembunuhan setelah kendaraan lapis baja yang ditumpanginya berhasil menahan serangan granat, Minggu (25/1/2026).

Berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV), sejumlah pelaku terlihat turun dari sebuah minivan putih dan menembakkan peluncur granat atau rocket-propelled grenade (RPG) ke arah mobil SUV hitam milik Ampatuan. Insiden tersebut terjadi di Barangay Poblacion sekitar pukul 06.20 pagi waktu setempat.

Sekretaris Eksekutif sekaligus juru bicara Wali Kota Shariff Aguak, Anwar Kuit Emblawa, mengatakan serangan tersebut berpotensi fatal apabila kendaraan yang digunakan tidak dilengkapi lapisan baja.

“Kalau mobilnya tidak lapis baja, wali kota sudah tidak akan selamat,” kata Emblawa kepada stasiun radio DZMM, sebagaimana dilansir media lokal ABS-CBN.

Emblawa memastikan, Ampatuan tidak mengalami luka apa pun dalam insiden tersebut.

“Berkat rahmat Tuhan, wali kota selamat. Tidak ada luka sama sekali, bahkan lecet pun tidak,” ujarnya.

Meski demikian, dua anggota pengawal wali kota dilaporkan mengalami luka-luka akibat serangan granat tersebut. Keduanya kini menjalani perawatan medis dan dilaporkan dalam kondisi stabil.

Menurut Emblawa, serangan ini merupakan upaya pembunuhan keempat terhadap Ampatuan. Tiga percobaan sebelumnya terjadi pada 2010, 2014, dan 2019. Dalam dua insiden terakhir, Ampatuan sempat mengalami luka, sehingga sejak saat itu ia selalu menggunakan kendaraan lapis baja dalam aktivitasnya.

Ia berharap aparat keamanan dapat segera mengungkap pelaku, mengingat kejadian berlangsung di lokasi terbuka dan terekam kamera pengawas.

“Kejadiannya berlangsung di siang hari, banyak orang di sekitar lokasi,” kata Emblawa.

Ia menambahkan, lokasi serangan berada di dekat jalan nasional yang saat itu ramai oleh aktivitas warga, termasuk pedagang buah.

Meski demikian, pihak wali kota belum berspekulasi terkait motif serangan, termasuk kemungkinan adanya latar belakang politik.

“Itu salah satu risiko yang harus dihadapi para politisi,” ujar Emblawa.

Usai insiden tersebut, Ampatuan dilaporkan telah kembali menjalankan aktivitas pemerintahan seperti biasa.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami