MAMUJU, GEMADIKA.com — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Barat (Sulbar) mulai mematangkan persiapan rapat kerja (raker) lintas sektor yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 20 Januari 2026. Persiapan tersebut dibahas dalam rapat internal yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Sulbar, Junda Maulana, di Mamuju, Kamis (15/1/2026).
Rapat diikuti para asisten Sekda, tenaga ahli gubernur, serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, di antaranya Inspektorat, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Biro Organisasi, Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Kominfo), Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Dinas Sosial, serta Dinas Pertanian.
Sekda Sulbar Junda Maulana menjelaskan, rapat tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, untuk menyelenggarakan raker lintas sektor yang membahas tiga bidang strategis pembangunan daerah.
“Tiga bidang yang akan dibahas meliputi politik, keamanan, dan ketertiban; ekonomi, perindustrian, dan pariwisata; serta sosial dan kesejahteraan masyarakat, termasuk sektor pendidikan,” ujar Junda Maulana.
Tiga Sesi Raker, OPD Ditunjuk sebagai Pemapar
Junda Maulana menjelaskan, pelaksanaan raker akan dibagi ke dalam tiga sesi utama sesuai dengan bidang pembahasan. Setiap sesi memiliki penanggung jawab dari para asisten Sekda sesuai pembidangan tugasnya, sekaligus penentuan OPD yang akan mempresentasikan materi.
Untuk bidang politik, keamanan, dan ketertiban, materi akan dipaparkan oleh Kepala Badan Kesbangpol Sulbar. Sementara bidang ekonomi, perindustrian, dan pariwisata akan disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian Sulbar. Adapun bidang sosial dan kesejahteraan masyarakat akan dipaparkan oleh Kepala Dinas Sosial Sulbar, dengan penekanan pada isu-isu strategis di masing-masing sektor.
Sinkronisasi Program Jadi Kunci Efektivitas Anggaran
Menurut Junda Maulana, penyusunan materi raker akan diawali dengan pengangkatan isu-isu strategis berbasis data dan indikator, baik makro maupun sektoral. Selanjutnya, masing-masing OPD diminta merumuskan permasalahan yang dihadapi, strategi penyelesaian, serta memetakan program yang sudah dan belum teranggarkan.
“Materi ini akan dipaparkan dan disimak oleh para bupati beserta jajaran melalui virtual. Dari situ akan dilihat sejauh mana keselarasan program provinsi dengan kebijakan pemerintah kabupaten,” jelasnya.
Ia menegaskan, sinkronisasi program antarlevel pemerintahan menjadi sangat penting di tengah keterbatasan fiskal daerah. Efektivitas dan efisiensi anggaran harus menjadi prioritas agar target pembangunan dapat tercapai secara optimal.
“Jika suatu program sudah dilaksanakan oleh kabupaten, maka provinsi tidak perlu menganggarkannya lagi. Begitu juga sebaliknya. Bahkan, program bisa dibiayai bersama untuk mempercepat pencapaian target,” tegasnya.
Target Penurunan Kemiskinan dan Stunting
Sebagai contoh konkret, Junda Maulana menyebut percepatan penurunan angka kemiskinan yang ditargetkan turun satu persen per tahun membutuhkan kolaborasi kuat antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Hal serupa juga berlaku pada upaya penurunan angka stunting.
“Kita menargetkan stunting turun di bawah 20 persen pada 2026, dan pada 2029 mencapai di bawah 10 persen. Target ini tidak mungkin tercapai jika masing-masing berjalan sendiri-sendiri,” ujarnya.
Tekankan Hilangkan Ego Sektoral
Lebih lanjut, Junda Maulana menegaskan bahwa raker lintas sektor ini bertujuan menghilangkan ego sektoral serta memperkuat sinergi antarpemerintah dan antar-OPD, sebagaimana menjadi penekanan utama Gubernur Sulbar.
“Setiap OPD harus memahami persoalan secara utuh, tidak parsial. Tidak hanya mengetahui masalah, tetapi juga mampu berkontribusi dalam penyelesaiannya,” kata Junda Maulana.
Ia menambahkan, usai rapat persiapan ini, para asisten bersama tenaga ahli akan kembali melakukan pembahasan lanjutan dengan OPD terkait guna memfinalisasi materi. Seluruh bahan raker ditargetkan rampung dan dilaporkan pada Senin, sebelum dipresentasikan dalam rapat kerja lintas sektor pada Selasa, 20 Januari 2026.
Penulis : Antyka
Editor : Rini




