BLORA, GEMADIKA.com – Ada salah satu sekolah di Kabupaten Blora yang rajin menerima program andalan Presiden Prabowo Subianto, Yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG), setiap hari.
Namun Bangunanya justru sangat miris, 3 ruang kelas sekolah itu kondisinya rusak parah.
Kondisi tersebut sempat di videokan orang tua murid dan ramai di media sosial di Blora Jawa Tengah.
”SDN 1 Plosorejo Kec Kunduran memprihatinkan. 3 ruang rusak parah. Atap bolong. Sangat bahaya. Siswa pindah belajar ke Balai Desa,” ucap narasi video.
Menurut pantauan dilokasi, satu gedung ada 4 ruang rusak parah. Tampak jendela pecah, plafon jebol, hingga atap genteng bolong dengan diameter kurang lebih 1,5 meter.
Saat masuk ruang kantor sekolah, tampak samping pintu kantor ada ratusan paket MBG yang telah diantarkan SPPG ke sekolah.
Saat duduk diruang tamu, dari halaman ada siswa SD yang memperhatikan dan bertanya.
”Sekolahan ku mau diperbaiki ya mas?!” tanyanya.

Kepala SDN 1 Plosorejo, Sugito, menyatakan bahwa kerusakan gedung terjadi sejak tahun 2023.
”Kemudian tahun 2024 sudah mulai runtuh. Yang ruangan ini sudah bolong. Kemudian saat ini justru lebih parah lagi,” ungkapnya, Selasa (20/01/2026).
Pihaknya menyebutkan, salah satu penyebab ambrolnya plafon atap gedung tersebut adalah serangan rayap dan mutu bangunan yang dinilai kurang baik.
”Ini kelihatannya akibat kena rayap. Ya, jadi usuk sama reng itu sudah dimakan rayap. Mungkin karena dulu waktu bangunnya kita juga enggak tahu, kayu kayaknya kurang bagus,” ujarnya.
Akibat kondisi tersebut, pembelajaran dipindahkan.
”Untuk sementara waktu saya alihkan ke balai desa dengan seizin Kepala Desa. Bagi kelas 1, 2 di Balai desa, kemudian kelas 5 di ruang PKK,” terangnya.
Pihak sekolah telah berusaha ajukan perbaikan ke Pejabat dan Dinas terkait sejak 2 tahun lalu, namun belum beruntung.
Dari Kejadian mulai bolong-bolong itu tahun 2024 sekolah sudah mengajukan perbaikan.
”Terus kemudian tahun 2025 saya perbarui lagi, pengajuan yang kedua dan yang ketiga kemarin ada proyek revitalisasi saya sudah juga mengajukan, tapi semuanya belum ada hasil,” jelasnya. (HAN)




