JAKARTA, GEMADIKA.com – Produk susu UHT dengan merek “Susu Sekolah” menjadi viral di media sosial setelah muncul dugaan bahwa produk tersebut merupakan hasil kerja sama antara pemerintah dengan perusahaan tertentu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kehebohan bermula dari foto produk susu UHT yang beredar luas di berbagai platform media sosial. Pada kemasan produk tersebut tertulis jelas “Susu Gratis Program MBG, Tidak untuk Diperjualbelikan”, yang kemudian memicu spekulasi dan pertanyaan dari warganet.

Warganet Soroti Komposisi Susu

Salah satu hal yang menjadi sorotan utama warganet adalah komposisi susu yang tertera pada kemasan. Beberapa netizen mempertanyakan kandungan susu yang tercantum.

“Pemerintah ngeluarin susu UHT baru namanya Susu Sekolah khusus untuk Program MBG. Komposisi Susu 50% Rekombinasi 49%,” tulis salah satu akun di platform Threads, dikutip Rabu (21/1/2026).

Unggahan serupa juga muncul dari akun lain yang mengekspresikan keterkejutannya terhadap produk tersebut.

“JUJUR KAGET! Pemerintah ngeluarin susu UHT baru namanya Susu Sekolah khusus untuk Program MBG. Tapi Liat deh komposisinya,” tulis akun lainnya.

Komposisi yang disebutkan memicu perdebatan karena kandungan susu yang hanya 50% dan rekombinasi 49% dianggap tidak ideal untuk konsumsi anak-anak sekolah. Warganet mempertanyakan kualitas nutrisi produk tersebut untuk mendukung tumbuh kembang anak.

BGN Bantah Kerja Sama dengan Perusahaan Tertentu

“BGN adalah badan pemerintahan, tidak mungkin bekerja sama dengan pihak swasta untuk memproduksi barang yang diperjualbelikan,” kata Nanik kepada detikcom saat dihubungi, Rabu (21/1/2026).

Nanik menegaskan bahwa sebagai badan pemerintahan, BGN memiliki prosedur dan mekanisme yang jelas dalam pengadaan kebutuhan program MBG. Tidak ada kerja sama eksklusif dengan satu perusahaan tertentu yang bertujuan untuk memproduksi dan memperjualbelikan produk.

Proses Pengadaan Sesuai Regulasi

Meski Nanik tidak menjelaskan detail lebih lanjut tentang proses pengadaan susu untuk program MBG, sebagai badan pemerintahan, BGN seharusnya mengikuti prosedur pengadaan barang dan jasa pemerintah yang diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Pengadaan barang dan jasa pemerintah umumnya melalui proses tender atau lelang terbuka yang melibatkan berbagai pihak dan dilakukan secara transparan. Hal ini untuk memastikan tidak ada monopoli atau kepentingan tertentu yang merugikan negara dan masyarakat.

Produk susu yang digunakan dalam program MBG juga harus memenuhi standar gizi dan keamanan pangan yang telah ditetapkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Kementerian Kesehatan.

Pertanyaan yang Masih Menggantung

Meski BGN telah memberikan bantahan, beberapa pertanyaan dari masyarakat masih memerlukan klarifikasi lebih lanjut:

Tentang Komposisi Susu:

  • Mengapa komposisi susu hanya 50% dan rekombinasi 49%?
  • Apakah komposisi tersebut sudah memenuhi standar gizi untuk anak sekolah?
  • Apa yang dimaksud dengan “rekombinasi” dalam konteks ini?

Tentang Kualitas:

  • Apakah produk sudah lulus uji BPOM?
  • Bagaimana perbandingan nutrisi dengan susu UHT regular?
  • Apakah ada pengawasan kualitas berkelanjutan?

Transparansi dan Akuntabilitas Program MBG

Viral-nya isu produk susu ini menjadi pengingat penting tentang pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan program pemerintah, terutama yang menyangkut kesehatan dan gizi anak-anak.

Program MBG yang merupakan salah satu program prioritas pemerintah untuk meningkatkan gizi anak sekolah harus dilaksanakan dengan standar kualitas tertinggi. Masyarakat berhak mengetahui detail produk yang dikonsumsi anak-anak mereka, mulai dari komposisi, proses pengadaan, hingga jaminan kualitas.

Pemerintah, dalam hal ini BGN, diharapkan dapat memberikan penjelasan yang lebih detail dan komprehensif kepada publik untuk menghilangkan keraguan dan memastikan bahwa program MBG benar-benar memberikan manfaat optimal bagi tumbuh kembang anak Indonesia.

Pentingnya Kualitas Gizi untuk Anak Sekolah

Susu merupakan salah satu sumber protein, kalsium, dan nutrisi penting lainnya yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak. Oleh karena itu, kualitas susu yang diberikan dalam program MBG harus benar-benar terjamin.

Komposisi susu yang ideal untuk anak sekolah seharusnya mengandung protein berkualitas tinggi, kalsium yang cukup, vitamin D, dan nutrisi lainnya tanpa tambahan gula berlebihan. Pemerintah perlu memastikan bahwa produk yang digunakan dalam program MBG memenuhi standar ini.

Masyarakat berharap pemerintah dapat lebih terbuka dan responsif dalam memberikan informasi terkait program yang menggunakan anggaran negara dan menyangkut kesehatan generasi muda Indonesia.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami