BANJARBARU, GEMADIKA.com – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Selatan (Kalsel) pada hari ini, Kamis (8/1/2025), untuk meninjau langsung kondisi banjir yang melanda sejumlah wilayah di provinsi tersebut.

Pesawat kepresidenan yang ditumpangi Gibran mendarat di Bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru, ibu kota Kalsel, sekitar pukul 09.00 WITA. Mengutip dari detikKalimantan, Wapres langsung menuju sejumlah titik lokasi banjir untuk memberikan bantuan kepada korban terdampak.

Kunjungi Dua Kabupaten Terdampak

Sebelumnya, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha, mengatakan Gibran akan mendatangi korban banjir yang ada di Kabupaten Balangan dan Kabupaten Banjar. Kedua wilayah ini termasuk yang paling parah terdampak banjir kali ini.

“Benar, dalam rapat koordinasi dipastikan bapak Gibran akan mengunjungi Balangan dan Kabupaten Banjar,” kata Wasis usai rapat koordinasi, Selasa (6/1) kemarin.

Ia menjelaskan bahwa salah satu lokasi yang akan didatangi Gibran adalah Desa Sungai Tabuk Keramat, Kabupaten Banjar. Desa ini menjadi salah satu wilayah yang mengalami genangan cukup tinggi dan membutuhkan perhatian serius.

Agenda utama kedatangan Wapres Gibran tak lain untuk memberikan bantuan kepada korban terdampak banjir sekaligus memastikan penanganan bencana berjalan dengan baik.

“Setelah itu beliau langsung kembali ke Jakarta,” tutur Wasis.

Air Setinggi Pinggang, Belum Surut 11 Hari

Saat ini, mengutip dari detikKalimantan, kondisi banjir di Desa Sungai Tabuk Keramat sudah mencapai pinggang orang dewasa. Genangan air yang tinggi ini membuat aktivitas warga terganggu dan akses jalan menjadi sulit dilalui.

Banjir di wilayah Kalsel sudah berlangsung sejak 28 Desember 2024 lalu dan debit air tak kunjung menurun meski sudah memasuki hari ke-11. Kondisi ini membuat ribuan warga harus mengungsi dan kehilangan mata pencaharian sementara waktu.

Warga Khawatir Seperti Banjir Besar 2021

Banjir di wilayah Kalsel, khususnya di Kabupaten Banjar, diketahui terjadi hampir setiap tahunnya saat musim hujan tiba. Namun menurut warga setempat, empat tahun terakhir banjir tidak separah yang terjadi pada tahun 2021 silam.

Tahun 2021, Kalsel dilanda banjir besar yang merendam ribuan rumah dan menyebabkan kerugian materiil mencapai miliaran rupiah. Banjir kala itu bahkan memakan korban jiwa dan memaksa puluhan ribu warga mengungsi dalam waktu yang cukup lama.

Warga setempat kini was-was dengan banjir tahun ini yang tak kunjung surut. Mereka khawatir banjir akan menjadi banjir besar seperti yang terjadi pada tahun 2021 lalu, terutama jika intensitas hujan terus tinggi dalam beberapa hari ke depan.

Mensos Sudah Lebih Dulu Serahkan Bantuan

Sebelum Wapres Gibran, Menteri Sosial RI Syaifullah Yusuf juga sudah mengunjungi korban terdampak banjir beberapa hari sebelumnya. Pria yang akrab disapa Gus Ipul itu menyerahkan sejumlah bantuan berupa sembako, pakaian layak pakai, hingga peralatan darurat untuk para pengungsi.

Mensos juga menyatakan bahwa para anak-anak di lokasi bencana akan mendapat pendampingan psikologis untuk mengurangi trauma akibat banjir. Pendampingan ini melibatkan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga), Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), serta Forum Anak Kabupaten Banjar.

Langkah ini penting mengingat anak-anak rentan mengalami trauma psikologis akibat bencana, terutama yang harus mengungsi dalam waktu lama dan kehilangan barang-barang berharga mereka.

Kedatangan pejabat tinggi negara ini diharapkan dapat mempercepat penanganan bencana banjir dan memberikan semangat kepada korban untuk bangkit kembali. Pemerintah pusat juga diharapkan dapat memberikan solusi jangka panjang untuk mengatasi banjir tahunan yang selalu melanda Kalimantan Selatan.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami