BOGOR, GEMADIKA.com – Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tampak hadir dalam prosesi pemakaman Maryati Hoegeng di Taman Pemakaman Giritama, Tajurhalang, Bogor, Rabu (4/2/2026). Kehadiran Ahok bukan sekadar memenuhi kewajiban sosial, melainkan bentuk penghormatan mendalam kepada sosok yang memiliki tempat istimewa dalam hidupnya.

Bagi Ahok, Maryati Hoegeng—yang akrab disapa Merry—bukan hanya istri dari mendiang Jenderal Polisi (Purn) Hoegeng Iman Santoso, tetapi juga figur keibuan yang memberinya kekuatan moral, terutama di masa-masa sulit. Ia bahkan menyebut almarhumah sebagai “ibu” bagi dirinya.

“Beliau bukan sekadar tokoh bangsa. Bagi saya pribadi, beliau seperti ibu sendiri,” ujar Ahok dengan suara tertahan usai prosesi pemakaman.

Ahok mengungkapkan bahwa dirinya sempat mendampingi Maryati Hoegeng selama menjalani perawatan di rumah sakit hingga akhirnya berpulang pada usia 100 tahun. Kenangan tentang kebaikan almarhumah, menurut Ahok, masih terpatri kuat, khususnya saat ia menjalani masa tahanan pada 2016.

Menurut Ahok, Maryati Hoegeng secara rutin memasak dan mengirimkan makanan kepadanya sebagai bentuk dukungan moral. Tindakan sederhana tersebut memiliki makna besar dan menjadi penguat di tengah tekanan yang ia hadapi.

“Di saat banyak orang menjauh, beliau justru hadir. Masakan yang dikirim bukan hanya soal makanan, tapi perhatian dan kekuatan,” kenangnya.

Prosesi pemakaman berlangsung khidmat dan dihadiri keluarga besar serta sejumlah tokoh yang memiliki kedekatan dengan keluarga Hoegeng. Kepergian Maryati Hoegeng meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi mereka yang pernah merasakan ketulusan dan kepeduliannya secara langsung.

Maryati Hoegeng dikenang sebagai sosok bersahaja, penuh empati, dan konsisten memberi dukungan tanpa pamrih, bahkan dalam senyap dan pada saat-saat tergelap bagi orang lain.(RED)

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami