BANGKALAN, GEMADIKA.com – Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Bangkalan menerima audensi dari LSM PAKIS (Pusat Analisa Kajian Informasi Strategis) di aula Dispendik pada hari Rabu (18/02/26). Kegiatan tersebut membahas tentang evaluasi dan klarifikasi atas dugaan banyaknya problematika lembaga pendidikan yang ada di Bangkalan.
Ketua Umum LSM PAKIS, Abdurrahman Tohir, menjelaskan bahwa dirinya menyampaikan sejumlah keluhan terkait kompleknya permasalahan di lingkungan Dinas Pendidikan Bangkalan.

“Kami hari ini sudah menyiapkan paling sedikitnya 35 pertanyaan yang menyangkut beberapa masalah di Dispendik, karena saat audensi waktunya terbatas dan kepala dinas terlihat kelelahan karena padatnya pekerjaan. Kami baru bisa sampaikan 11 poin penting,” ungkapnya.
Dari beberapa keluhan yang ada salah satunya membahas terkait hotline pengaduan yang telah di buat oleh Kepala Dinas yang baru.
“Terkait hotline pengaduan ini salah satu terobosan yang bagus dari Dispendik Bangkalan. Namun bagi kami jika ada kasus sebaiknya langsung ke aparat penegak hukum (APH) saja, sebab tidak ada efek jera di situ,” pungkasnya.
Tohir juga sempat menyinggung terkait penghapusan koordinator wilayah (Korwil) pendidikan, yang merupakan perpanjangan tangan dari Dispendik untuk mencakup di wilayah Kecamatan.
“Saya berharap dispendik lakukan kajian yang lebih bijak dan perlu banyak pertimbangan menentukan keberadaan korwil di tingkat Kecamatan. Karena bagi kami manfaat korwil banyak, seperti jika ada masalah di tingkat sekolah dan bisa di selesaikan sampai di korwil, tidak perlu ke dinas pendidikan,” harapnya.
Sementara itu, Moch. Musleh Bahri sangat mengapresiasi temuan dari LSM Pakis dan berjanji akan menangani keluhan yang di sampaikan.
“Sejak masuk Dispendik Bangkalan kami menginvetarisir masalah yang ada termasuk yang barusan di sampaikan oleh LSM Pakis,” jelasnya.
Musleh menegaskan lagi, jika ini adalah bentuk kemitraan dalam menerima kritik dan saran. Sebagai langkah konkret, dinas telah membuka posko pengaduan dan hotline “Lapor Kadisdik” untuk menyerap keluhan masyarakat.
“Musleh berjanji akan mengawal setiap laporan sebagai bagian dari komitmen memperbaiki tata kelola pendidikan di Bangkalan,” tutupnya. (nardi)




