GROBOGAN, GEMADIKA.com — Pemerintah Desa (Pemdes) Penganten, Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan, terus berupaya memperkuat kemandirian ekonomi desa melalui optimalisasi peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Salah satu langkah strategis yang kini dijalankan adalah pengembangan produksi telur asin sebagai produk unggulan desa.

Ketua BUMDes Desa Penganten, Anam, menjelaskan bahwa proses produksi telur asin dilakukan secara rutin dua kali dalam sepekan. Produk telur asin siap konsumsi tersebut kemudian dipasarkan dan disalurkan ke sejumlah mitra, termasuk MBG serta beberapa rumah sakit di wilayah Purwodadi.

“Telur asin yang sudah diproduksi langsung dikirim ke MBG dan juga menyuplai ke beberapa rumah sakit di Purwodadi,” ujar Anam, Sabtu (7/2/2026).

Ia menuturkan, untuk menjaga kepercayaan konsumen, BUMDes Desa Penganten menerapkan standar kualitas yang ketat dalam setiap tahap produksi. Telur bebek direndam selama kurang lebih satu minggu, kemudian melalui proses pencucian dan penyortiran ulang sebelum dipasarkan.

“Kualitas menjadi prioritas utama. Setelah direndam, telur kami cuci dan sortir lagi. Jika ada yang reject, langsung dipisahkan. Sebelum diproses pun telur sudah diseleksi,” jelasnya.

Anam menambahkan, bahan baku telur asin sepenuhnya berasal dari sektor ketahanan pangan desa. Saat ini, Desa Penganten memiliki sekitar 1.000 ekor bebek, yang mampu menghasilkan kurang lebih 550 butir telur per hari.

“Ini bagian dari program ketahanan pangan. Produksi telur bebek stabil dan menjadi penopang utama usaha telur asin BUMDes,” pungkasnya.

Melalui pengembangan usaha telur asin tersebut, Pemdes Penganten berharap BUMDes dapat semakin mandiri secara ekonomi, memperluas jaringan pemasaran, serta memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Penulis : Joko Purnomo

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami