GROBOGAN, GEMADIKA.com – Direktur Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Genengadal menegaskan bahwa kabar yang beredar di media sosial terkait BUMDes Genengadal mengalami kebangkrutan adalah tidak benar dan menyesatkan. Ia memastikan kondisi BUMDes hingga saat ini masih aktif dan terus berjalan.

Klarifikasi tersebut disampaikan langsung oleh Direktur BUMDes Genengadal, Mashuri, saat memberikan keterangan kepada awak media pada Rabu (4/2/2026). Ia menjelaskan secara rinci perkembangan modal dan unit usaha yang dikelola sejak awal berdirinya BUMDes.

Mashuri mengungkapkan, sejak mulai menjabat sebagai Ketua sekaligus Direktur BUMDes pada tahun 2018, pihaknya menerima modal awal sebesar Rp20 juta dari Pemerintah Provinsi. Modal tersebut kemudian bertambah Rp20 juta pada tahun 2019, sehingga total modal awal BUMDes mencapai Rp40 juta.

“Alhamdulillah, dari modal awal Rp40 juta, sampai tutup buku Desember terakhir ini dana yang berkembang di masyarakat mencapai Rp78 juta. Jadi bukan berkurang, tapi justru berkembang,” tegasnya.

Ia menambahkan, dana tersebut hingga kini masih berputar di tengah masyarakat melalui unit usaha simpan pinjam. Unit ini masih berjalan aktif dan menjadi penopang utama operasional BUMDes Genengadal.

Terkait sub unit usaha pertokoan yang sempat dijalankan, Mashuri tidak menampik bahwa unit tersebut saat ini mengalami stagnasi dan belum beroperasi. Namun, menurutnya, kondisi itu tidak dapat dijadikan dasar untuk menyebut BUMDes bangkrut.

“Yang terlihat tidak berjalan memang unit pertokoan. Itu karena lokasinya berada di kompleks pasar sehingga kalah bersaing. Tokonya memang tutup, tapi bukan berarti mati suri. Barang-barang dan selisih asetnya masih ada,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa kendala lain berasal dari sistem pengelolaan pegawai yang sebelumnya menggunakan skema bagi hasil, bukan gaji bulanan, sehingga menyulitkan dalam mencari pengelola yang sesuai.

“Dulu kami pakai sistem bagi hasil, bukan digaji bulanan. Ternyata kurang cocok. Sampai akhirnya unit toko kami hentikan sementara,” tambahnya.

Meski demikian, Mashuri menegaskan bahwa semangat pengelola BUMDes Genengadal tetap tinggi. Ia optimistis BUMDes masih memiliki peluang besar untuk berkembang, terlebih dengan adanya program ketahanan pangan yang direncanakan menjadi sub unit usaha baru.

“Kalau semangat, kami sangat semangat. Apalagi sekarang ada program ketahanan pangan. Insya Allah kami akan maksimal mengembangkan BUMDes. Kalau ada tambahan modal, otomatis sub unit baru bisa berjalan,” pungkasnya.

Dengan adanya klarifikasi ini, pihak BUMDes Genengadal berharap masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi kebenarannya serta terus memberikan dukungan terhadap BUMDes sebagai salah satu motor penggerak ekonomi desa.

Penulis : Joko Purnomo

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami