GROBOGAN,GEMADIKA.com – Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) terhadap dua remaja yang hanyut di aliran Sungai KB 15, Desa Tunjungharjo, Kecamatan Tegowanu, resmi ditutup setelah kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat (20/2/2026) dini hari.
Kedua korban masing-masing berinisial AAG (15) dan LHK (15), pelajar kelas 1 SMA yang berdomisili di Dusun Ngambleg, Desa Tunjungharjo.
Kronologi Kejadian
Peristiwa terjadi pada Rabu (18/2/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Berdasarkan keterangan saksi, para korban bersama sejumlah teman tengah bermain di sekitar jembatan Sungai KB 15. Meski telah diingatkan karena tidak mahir berenang, salah satu korban nekat melompat dari atas jembatan.
Korban langsung kesulitan bernapas dan tenggelam. Melihat rekannya dalam bahaya, korban lainnya berupaya memberikan pertolongan dengan ikut melompat ke sungai. Namun derasnya arus dan pusaran air di bawah jembatan membuat keduanya terseret dan hilang dari permukaan.
Seorang guru bernama Susanto (50) yang melintas di lokasi sempat melakukan upaya penyelamatan dan berhasil menolong satu saksi lain yang hampir ikut hanyut. Namun, ia kehilangan jejak kedua korban karena arus sungai yang sangat kuat.
Proses Pencarian
Tim gabungan dari BPBD Grobogan, BASARNAS Pos Jepara, Polsek Tegowanu, serta relawan melakukan pencarian intensif sejak laporan diterima. Penyisiran dilakukan melalui jalur darat dan sungai menggunakan perahu karet (LCR) hingga radius sekitar 6,5 kilometer dari lokasi kejadian.
Petugas juga menerjunkan penyelam untuk menyisir titik-titik pusaran air yang diduga menjadi lokasi korban terseret.
Korban Ditemukan di Wilayah Demak
Pada Kamis (19/2/2026) sekitar pukul 20.30 WIB, jasad korban pertama ditemukan warga di Dusun Bomo, Desa Bumiharjo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, sekitar 3 kilometer dari lokasi awal kejadian.
Selanjutnya, pada Jumat (20/2/2026) pukul 00.30 WIB, jasad korban kedua ditemukan tersangkut di jembatan Desa Bumiharjo, berjarak sekitar 2,5 kilometer dari titik kejadian.
Operasi SAR Ditutup
Plt. Camat Tegowanu, Slamet Sanyoto, menyampaikan bahwa kedua jenazah telah dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
“Dengan ditemukannya kedua korban, maka Operasi SAR dinyatakan ditutup. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat, mulai dari BPBD, BASARNAS, TNI/Polri, hingga relawan dan masyarakat,” ujarnya.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat beraktivitas di sekitar aliran sungai, terutama pada musim dengan kondisi arus yang tidak menentu.(Tim Gemadika)




