BANGKALAN, GEMADIKA.com – Lapangan Stadion Kerapan Sapi R.P Moh Noer menjadi saksi euforianya konser dangdut bertajuk Valen Time. Kemeriahan tersebut berbanding terbalik dengan apa yang di terima puluhan pelaku UMKM di Bangkalan.
Muncul sebuah video pendek viral di media sosial memperlihatkan keluhan pedagang yang mengaku merugi akibat sepinya pembeli. Mereka menilai panitia tidak memihak kepada pedagang kecil.
“Jalur masuk VIP dan VVIP yang jumlahnya sekitar 1.200 orang lewat pintu depan. Sementara stand kami berada di jalur pintu masuk tiket reguler yang hanya sekitar 400 orang,” ungkap seorang pedagang dalam video.
Dalam konser yang dipresentasikan oleh Diyu Daksa Entertainment. Terdapat paling sedikitnya 35 UMKM telah membayar sewa stand sebesar Rp 500 ribu. Namun sebagian pedagang justru mengaku tidak mendapat arus pengunjung yang merata.
“Kami merasa tidak dianggap. Tidak ada promosi untuk stand UMKM. Kalau begini, kami blacklist saja,” kata pedagang tersebut.
Dengan banyaknya artis dangdut yang hadir tidak berbanding lurus dengan geliat transaksi ekonomi lokal di area stand.
Di kolom komentar unggahan video keluhan tersebut, warganet ramai menyuarakan kritik. Ada yang menilai panitia harus bertanggung jawab atas kerugian pedagang. Sebagian lain menyarankan pengembalian uang sewa stand.
“Panitia harus bertanggung jawab dengan sepinya pembeli,” tulis seorang netizen.
“Minimal kembalikan uang sewa stand UMKM,” komentar lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak penyelenggara terkait keluhan para pelaku UMKM. (nardi)




